Ini Strategi Ciputra Group Hadapi Tahun Depan

Kondisi pasar di Jakarta saat ini cenderung melambat karena dipengaruhi faktor kelebihan pasokan.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 17 Desember 2019  |  17:57 WIB
Ini Strategi Ciputra Group Hadapi Tahun Depan
Salah satu proyek pembangunan properti Citraland. - JIBI/Dwi Prsetya

Bisnis.com, JAKARTA — Ciputra Group bakal mengandalkan strategi diversifikasi lokasi untuk mengejar target pertumbuhan di tengah kondisi pasar properti yang diprediksi masih relatif stagnan pada 2020.

Direktur PT Ciputra Development Tbk. Harun Hajadi mengatakan bahwa strategi diversifikasi lokasi dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan dan penurunan permintaan properti pada suatu wilayah.

“Setiap daerah kan punya siklus dan potensi yang berbeda. Ada yang lebih baik [kondisi pasarnya], tetapi ada juga yang kurang baik. Jadi, strategi diversifikasi lokasi itu kami lakukan agar bisa saling menutupi kelemahannya,” ujar Harun kepada Bisnis, Selasa (17/12/2019).

Terkait dengan kondisi pasar properti di luar Pulau Jawa, Harun mengungkapkan bahwa ada beberapa daerah yang kondisinya cukup bagus seperti di Medan dan Makassar.

“Kalau di Kalimantan saat ini kondisi pasarnya sedang slow karena kinerja sektor komoditas juga sedang kurang bagus,” ucapnya.

Untuk di Pulau Jawa, Harun menyatakan bahwa kondisi pasar di beberapa daerah cukup menjanjikan, salah satunya di Semarang.

Adapun, kondisi pasar di Jakarta saat ini diakuinya memang cenderung melambat karena dipengaruhi faktor kelebihan pasokan.

Meskipun demikian, Harun menyatakan bahwa pihaknya tetap melakukan pengembangan properti di Jakarta karena ke depannya diperkirakan pasokannya akan mulai diserap oleh pasar.

Sementara itu, Senior Director Ciputra Group Meiko Handoyo memperkirakan kondisi pasar properti pada tahun depan masih cukup menantang karena dipengaruhi beberapa faktor seperti gejolak ekonomi global dan perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya perkirakan segmen residensial untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah itu masih akan tetap jalan, tetapi seberapa besar potensi pasarnya itu yang belum kita ketahui,” ujar Meiko.

Khusus di luar kota Jakarta, ujarnya, daya beli masyarakatnya sangat tergantung pada sektor komoditas. Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar sektor komoditas pada 2020 bisa lebih baik untuk menggairahkan sektor properti.

Untuk menyasar konsumen pasar menengah ke bawah, Meiko mengungkapkan Ciputra Group bakal mempersiapkan proyek rumah tapak di wilayah Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat.

Menurutnya, proyek tersebut termasuk ke dalam daftar proyek yang akan segera dirilis. Namun, pihaknya akan terlebih dulu melihat kondisi pasar sebelum meluncurkan proyek tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ciputra, strategi bisnis

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top