Jokowi Ingin Pertanian dan Perikanan Indonesia Fokus ke Pascaproduksi

Presiden Joko Widodo ingin pertanian dan perikanan Indonesia tidak hanya fokus ke aspek produksi (on farm) tapi juga aspek pascaproduksi (off farm).
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  15:43 WIB
Jokowi Ingin Pertanian dan Perikanan Indonesia Fokus ke Pascaproduksi
Presiden Jokowi berbicara dalam rapat terbatas dengan topik "Akselerasi Penguatan Ekonomi di Sektor Pertanian dan Perikanan" di Kantor Presiden Jakarta, Selasa 10 Desember 2019. - ANTARA/Desca Lidya Natalia

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo ingin pertanian dan perikanan Indonesia tidak hanya fokus ke aspek produksi (on farm) tapi juga aspek pascaproduksi (off farm).

Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/12/2019) dalam rapat terbatas membahas akselerasi penguatan ekonomi sektor pertanian dan perikanan. Rapat itu dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.

Jokowi mengatakan pertanian dan perikanan Indonesia hanya fokus pada upaya peningkatan produksi, namun tidak pernah menyentuh aspek pasca produksi.

"Petani dan nelayan perlu keluar dari aktivitas on farm menuju ke off farm dengan memberikan nilai tambah aktivitas usaha tani dan perikanannya melalui pengolahan produk pertanian dan perikanan maupun pengembangan usaha berbasis pertanian dan perikanan," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan sektor perikanan dan pertanian adalah sektor yang sangat penting dan strategis. Menurutnya, sektor ini bukan hanya menjadi penyedia bahan pangan bagi lebih dari 260 juta penduduk Indonesia tapi juga mampu menampung tenaga kerja yang besar dan punya kontribusi besar dalam peningkatan kesejahteraan rakyat dan menekan angka kemiskinan.

Selain itu, Jokowi menyatakan petani dan nelayan perlu skema pembiayaan dan pendampingan. Dari sisi pembiayaan, Indonesia telah memiliki skema kredit usaha rakyat (KUR) yang plafon anggarannya mencapai Rp190 triliun dengan bunga 6% pada 2020.

"Saya sudah perintahkan KUR agar didesain dengan skema-skema khusus per cluster sehingga bisa sesuai dengan kebutuhan grace period produksi pasar pertanian maupun perikanan," kata Jokowi.

Menurutnya, pembiayaan petani dan nelayan perlu diikuti dengan pendampingan dalam pengelolaan keuangan, pembuatan kemasan, branding serta pemasaran.

Di samping itu, Jokowi mengatakan pemerintah harus mulai mendorong petani dan nelayan yang selama ini bergerak dalam skala ekonomi kecil-kecilan untuk bergabung serta berkolaborasi dalam kelompok-kelompok atau dalam korporasi besar sehingga memiliki nilai skala ekonomi yang besar.

"Sehingga dalam korporasi nanti petani dan nelayan bisa lebih efektif dalam mendapatkan bahan baku, mengakses modal kerja dan investasi dan melakukan upaya untuk memasarkan produk mereka agar bisa masuk ke supply chain nasional maupun global," kata Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perikanan, pertanian, rapat kabinet

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top