Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tingkat Kepuasan Konsumen Properti Menurun, Mengapa?

Berbanding lurus dengan tingkat kepuasan yang menurun, survei Rumah.com mengungkapkan bahwa minat beli properti konsumen juga tercatat mengalami penurunan.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  09:29 WIB
Foto aerial suasana perumahan yang berada di atas mal Thamrin City, Jakarta, Rabu (26/6/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi
Foto aerial suasana perumahan yang berada di atas mal Thamrin City, Jakarta, Rabu (26/6/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Proses pengurusan properti yang dirasa masih terlalu rumit dan memberatkan masyarakat membuat tingkat kepuasan konsumen terhadap iklim properti di Indonesia mengalami penurunan.

Hasil survei yang dirilis Rumah.com mengenai Property Affordability Sentiment Index Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap iklim properti pada semester I/2019 sebesar 61 persen. Angka tersebut turun jika dibandingkan dengan pencapaian pada 2 tahun terakhir.

Head of Marketing Rumah.com Ike Noorhayati Hamdan mengatakan bahwa beberapa proses pengurusan properti yang dianggap masih terlalu berbelit dan sering kali memberatkan masyarakat dianggap sebagai salah satu faktor yang membuat tingkat kepuasan terhadap iklim properti menurun.

Masyarakat kelas menengah bawah terutama pekerja informal masih sering kali mengalami kesulitan untuk mengurus kredit pemilikan rumah (KPR).

Selain itu, dia menyebutkan faktor lainnya yang membuat penurunan tingkat kepuasan ialah daya beli masyarakat yang tertekan meski pemerintah telah berkali-kali memberikan stimulus untuk menggerakkan pasar.

“Respons psikologis masyarakat yang sedang wait and see terkait dengan kondisi politik yang baru berlalu pada triwulan ketiga kemarin juga menjadi salah satu penyebabnya,” ujar Ike kepada Bisnis, Senin (9/12/2019).

Ike menambahkan bahwa tingkat kepuasan juga menurun karena belum adanya kebijakan baru yang benar-benar menarik, khususnya bagi konsumen kelas menengah dan bawah meski tingkat suku bunga acuan telah diturunkan sebanyak empat kali pada tahun ini.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap iklim properti makin rendah berdasarkan golongan penghasilan. Sebanyak 71 persen responden berpenghasilan tinggi dengan kisaran di atas Rp15 juta mengaku puas terhadap iklim properti, sedangkan dari golongan berpenghasilan rendah dengan kisaran di bawah Rp7 juta hanya 57 persen yang mengaku puas.

Berbanding lurus dengan tingkat kepuasan yang menurun, Ike mengungkapkan bahwa minat beli properti konsumen juga tercatat mengalami penurunan.

Pada semester I/2019, Rumah.com mencatat sebesar 55 persen responden mengaku berencana membeli properti dalam kurun 6 bulan ke depan.

Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan periode sebelumnya pada semester II/2018 dengan angka sebesar 59 persen. Harga properti yang dianggap makin tinggi menjadi faktor utama yang menyebabkan minat konsumen untuk membeli properti menurun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah.com survei konsumen
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top