KABAR PASAR 9 DESEMBER: Emiten Pacu Belanja Modal, Cadev Bakal Meningkat

Berita mengenai kenaikan anggaran belanja modal sejumlah emiten di tahun 2020 serta cadangan devisa yang diprediksi membaik tahun depan menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (9/12/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  08:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai kenaikan anggaran belanja modal sejumlah emiten di tahun 2020 serta cadangan devisa yang diprediksi membaik tahun depan menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (9/12/2019).

Berikut ini ringkasan sejumlah topik utamanya:

Emiten Pacu Belanja Modal. Kalangan emiten menaikkan anggaran belanja modal pada 2020 guna merealisasikan proyek-proyek dan memaksimalkan rencana ekspansi korporasi. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sebagian besar emiten menyiapkan belanja modal besar untuk merealisasikan ekspansi guna menjaga kinerja bisnisnya, sekaligus sebagai upaya meningkatkan pendapatan, terutama yang berulang (recurring income).

Cadev Bakal Meningkat. Cadangan devisa (cadev) pada 2020 diprediksi membaik sejalan dengan berkurangnya beban pembayaran utang pemerintah. Cadev per akhir November lalu tercatat US$126,6 miliar, turun tipis dibandingkan dengan Oktober yakni US$126,7 miliar

OECD Bujuk AS. The Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) membujuk Amerika Serikat (AS) untuk berunding guna mengakhiri ketidakpastian mengenai pemajakan digital. Ketidakpastian ini dipicu oleh sikap AS yang mengecam langkah sepihak atau unilateral yang dilakukan banyak negara, termasuk Indonesia. Unilateral ini diwujudkan dengan menyusun skema pemajakan secara mandiri di setiap negara.

Kredit Sindikasi Lesu. Kinerja penyaluran kredit sindikasi pada kuartal terakhir tahun ini makin menunjukkan pelemahan. Kondisi ekonomi yang belum menunjukkan geliat yang lebih baik dan meningkatnya ketidakpastian kualitas di segmen korporasi menjadi faktor-faktor yang menantang penyaluran kredit ini.

Perang Dagang Hantui Rupiah. Perkembangan perang dagang AS dan China tampaknya masih akan menjadi penggerak utama mata uang Garuda pada 2020. Mayoritas analis menilai batas waktu kenaikan tarif impor AS untuk China pada 15 Desember menjadi titik penentu arah rupiah dan mata uang berkembang lainnya untuk membuka perdagangan pada awal tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top