Proyek Jalan Tol Rampung, Pasar Ban Radial Truk Diprediksi Melonjak

Dewan Karet Indonesia menyatakan volume impor ban bus dan truk melonjak 93,67% pada tahun lalu secara tahunan.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  10:41 WIB
Proyek Jalan Tol Rampung, Pasar Ban Radial Truk Diprediksi Melonjak
ilustrasi - goodyear

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Ban (APBI) menyatakan potensi pasar ban radial bus dan truk di dalam negeri dapat tumbuh hingga empat kali lipat jika jalan tol di pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi rampung.

Oleh karena itu, asosiasi mengajak investor dari Jepang untuk mendirikan pabrikan ban radial bus dan truk di dalam negeri.

Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) menyatakan volume impor ban bus dan truk melonjak 93,67% pada tahun lalu secara tahunan menjadi 132.995 ton dari 68.668 ton. Tingginya impor ban bus dan truk tersebut disebabkan kemampuan pabrikan dalam negeri yang baru mampu memproduksi sekitar 8% dari kebutuhan pasar atau sekitar 250.000 pasang.

“Karena begini, kasihan dong [konsumen] Pulau Sumatra dan Kalimantan. Mereka mau juga mobil yang nikmat. Cuma, harga ban radial itu—kalau impor—tiga kali ban [bus dan truk] biasa harganya. Kalau mau bikin [ban] truk radial di sini siapkan bahan bakunya,” ujar Ketua Umum APBI Azis Pane kepada Bisnis, baru-baru ini.

Azis mengatakan penawaran tersebut disampaikan pada Japan Automobile Tyre Manufactures Association (JATMA). Adapun, produsen ban radial bus dan truk lokal hanya ada dua yakni PT Hankook Tire Indonesia dan PT Gajah Tunggal Tbk.. Azis menyampaikan selama ini pengguna ban radial truk dan bus bergantung pada impor dari China dan India.

Selama 2014—2018, neraca dagang ban selalu surplus yang secara konsisten ditopang oleh penjualan ban mobil biasa. Tahun lalu, industri ban lokal mampu mengekspor 435.411 ton ban mobil senilai US$1,3 miliar.

Namun demikian, ban untuk bus selalu membukukan neraca dagang yang defisit. Hal tersebut disebabkan oleh kemampuan produksi ban bus dan truk yang belum mencukupi permintaan dalam negeri, khususnya ban radial bus dan truk.

“Respons mereka positif karena saya sampaikan peta Indonesia. Mereka baru sadar bahwa Indonesia ini besar. Mereka akan mendiskusikan terkait penambahan [produksi] ban radial truk dan bus ke Indonesia,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri ban

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top