Kebutuhan Tenaga Kerja Muda dan Ahli Teknologi untuk UKM Indonesia Terus Meningkat

Jumlah tenaga kerja di sektor UKM yang berminat dalam bidang digital terus meningkat setiap tahun. Data Linkedin mencatat, saat ini keterampilan yang berkaitan dengan teknologi memiliki pertumbuhan tahun-ke-tahun tertinggi di antara UKM di Indonesia.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  17:39 WIB
Kebutuhan Tenaga Kerja Muda dan Ahli Teknologi untuk UKM Indonesia Terus Meningkat
Tenaga kerja asing - aniinstrument.com

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah tenaga kerja di sektor UKM yang berminat dalam bidang digital terus meningkat setiap tahun.

Data Linkedin mencatat, saat ini keterampilan yang berkaitan dengan teknologi memiliki pertumbuhan tahun-ke-tahun tertinggi di antara UKM di Indonesia.

Adapun, 10 bidang keterampilan yang paling dicari adalah kerator konten kreatif, analitik data, visualisasi data, dan pengambil keputusan. Kemudian, keterampilan di bidang interaksi komputer-manusia, pengembangan aplikasi mobile, media sosial, desain pengalaman pengguna, riset UX, dan pengembangan situs jejaring. 

Managing Director Asia-Pacific LinkedIn Olivier Legrand mengatakan naiknya peminat sektor digital juga seiring dengan posisi Indonesia yang tengah mengalami transformasi digital dan bersiap menghadapi Industri 4.0.

“Kami melihat minat belajar yang tinggi pada para karyawan UKM di Indonesia. Dengan hampir 60 juta UKM di Indonesia, menjadikan negara ini pasar yang kompetitif bagi para pemilik UKM untuk merekrut tenaga kerja yang tepat agar menjadi bagian dari tim mereka. Selain bersikap terbuka tentang aspirasi mereka, serta membina hubungan yang tulus, mereka juga dapat membagikan berbagai pembelajaran dan peluang yang tengah berkembang dan tersedia untuk para karyawan.  UKM berupaya menarik tenaga kerja yang tepat, mereka dapat memperoleh manfaat dari proses perekrutan yang lebih matang,” kata Olivier dalam siaran pers, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, dalam satu tahun terakhir, lebih banyak milenial dan Gen Z bergabung dengan perusahaan startup dibandingkan dengan perusahaan besar.

Hal tersebut mencerminkan keinginan mereka untuk berkembang dan menemukan peluang baru. Mereka juga secara proaktif mengikuti akun-akun perusahaan untuk konten profesional di LinkedIn dan juga sangat terlibat dalam topik yang berkaitan dengan teknologi.

Rama Raditya, Pendiri dan CEO Qlue, penyedia ekosistem kota cerdas, mengatakan sebagai perusahaan berbasis Teknologi Informasi, pihaknya butuh untuk terus berinovasi dan mengembangkan solusi kota cerdas berdasarkan kecerdasan buatan, internet untuk segala,  dan manajemen tenaga kerja. Hal tersebut penting baginya untuk memiliki tenaga kerja berkaliber tinggi, terutama di sektor TI.

“LinkedIn telah membantu kami untuk menghubungkan dan merekrut beberapa tenaga kerja terbaik di Indonesia, yang banyak di antaranya berperan penting dalam mengembangkan bisnis kami. LinkedIn juga membantu kami dalam menyebarkan informasi tentang kegiatan perusahaan kami kepada para profesional di luar sana,” kata Rama.

Adapun, Rama dinobatkan sebagai LinkedIn Spotlight 2019 edisi tahun ini yang mengapresiasi para profesional yang paling banyak dilihat dan aktif di Indonesia, serta pengguna yang seringkali membagikan perspektif yang inspiratif dan cerita yang menarik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenaga kerja

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top