Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LIPI : Dukungan Finansial Elemen Penting bagi Industri Perfilman

Faktor dukungan finansial menjadi salah satu elemen penting bagi perkembangan industri dan ekosistem perfilman dalam negeri.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 27 November 2019  |  17:26 WIB
Seminar hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Jakarta, Rabu (27 - 11)
Seminar hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Jakarta, Rabu (27 - 11)

Bisnis.com, JAKARTA – Faktor dukungan finansial menjadi salah satu elemen penting bagi perkembangan industri dan ekosistem perfilman dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko dalam seminar bertajuk Hasil Penelitian Tata Kelola Dana Perwalian Perfilman dan Implementasi Insentif Pajak Film yang Berdaya Saing dan Inklusif di Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).

“Film itu kan utamanya adalah aktivitas kreatif dan inovatifnya. Finansial jadi enabler supaya bisa lebih berkembang ekosistemnya dan semakin kompetifif,” katanya, Rabu (27/11/2019).

Dia menyatakan bahwa industri perfilman memang belum menyumbangkan penerimaan pajak yang signifikan, tetapi sebuah karya film memiliki dampak yang besar dan berkelanjutan di sektor ekonomi, budaya, sosial, dan politik.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pemerintah masih perlu mendorong ekosistem ini dalam hal finansial, termasuk pengenaan dan pengelolaan pajak perfilman hingga mencari sumber pendanaan lain yang bisa digunakan.

Misalnya, penelitian yang dilakukan LIPI dan Badan Ekonomi Kreatif, menyarankan diadakannya dana perwalian khusus untuk perfilman.

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Nika Pranata menjabarkan beberapa alasan kenapa diperlukannya dana abadi untuk perfliman, di luar dana abadi yang telah dicanangkan untuk pemajuan budaya.

Pertama, terbatasnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia perfilman di Indonesia. Kedua, terbatasnya akses masyarakat terhadap film. Ketiga, terbatasnya pendanaan untuk produksi film.

Keempat, rendahnya penguasaan dan pengadopsian teknologi perfilman di Indonesia dan kelima rendahnya konektivitas dengan jaringan perfilman internasional.

“Soal insentif pajak sendiri untuk perfilman itu memang sudah ada, cuma memang perlu lebih digencarkan sosialisasinya. Akan tetapi, selain itu juga tetap diperlukan pendanaan lain salah satunya yang bisa dilakukan adalah endowment ini,” katanya.

Riset yang dilakukan LIPI terkait hal ini juga memberikan beberapa rekomendasi, termasuk sumber dari dana abadi secara khusus. Sumber dana yang disarankan adalah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), pungutan pertunjukan bioskop, dan corporate social responsibility (CSR).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

film indonesia
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top