Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR PASAR 26 NOVEMBER: Megaproyek Listrik Meleset, Bank Indonesia Makin Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2019

Berita mengenai megaproyek kelistrikan yang meleset dari jadwal semula serta Bank Indonesia yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Selasa (26/11/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 November 2019  |  08:35 WIB
Pekerja berkomunikasi dengan operator alat berat pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension 1x315 MW di Desa Lontar, Tangerang, Banten, Jumat (29/3/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal
Pekerja berkomunikasi dengan operator alat berat pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension 1x315 MW di Desa Lontar, Tangerang, Banten, Jumat (29/3/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai megaproyek kelistrikan yang meleset dari jadwal semula serta Bank Indonesia yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Selasa (26/11/2019).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Megaproyek Listrik Meleset. Pemerintah berencana meninjau kembali megaproyek kelistrikan 35.000 megawatt seiring dengan rendahnya konsumsi listrik dan pertumbuhan ekonomi nasional agar tidak membebani produsen listrik.

Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VII DPR dan PT PLN (Persero), dari total rencana megaproyek 35.000 MW tersebut, hingga Oktober 2019 baru 11% saja yang telah beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) atau 3.946 MW.

Pertumbuhan Ekonomi 2019: Bank Indonesia Makin Optimistis. Bank Indonesia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini dari sebelumnya 5,05% menjadi 5,10% seiring dengan banyaknya instrumen bauran kebijakan yang diterbitkan.

Berdasarkan catatan Bisnis, pada Oktober lalu Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan per tumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini hanya 5,05% akibat belum meredanya ketidakpastian global dan perang dagang. (Bisnis, 30/10).

Pengawasan WP Berbasis Wilayah. Pengawasan terhadap wajib pajak (WP) akan diperketat untuk meminimalkan pelebaran shortfall pada tahun depan. Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan agenda utama 2020 adalah perluasan basis pajak.

Salah satu skemanya menempatkan satu seksi untuk mengawasi kepatuhan WP di wilayah tertentu. Dengan demikian, setiap wila yah bisa dipetakan tingkat kepatuhannya oleh petugas pajak.

Westpac Tutup Pembayaran Digital. Westpac Banking Corp. menutup layanan pembayaran digital dan menghentikan pemberian bonus kepada eksekutif menyusul terbongkarnya skandal pencucian uang terbesar di Australia.

IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Jepang. International Monetary Fund (IMF) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Jepang pada tahun ini menjadi sebesar 0,8% dari sebelumnya sebesar 0,9%. Lembaga tersebut juga memprediksi adanya risiko perlambatan pada kisaran 0,5% untuk tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar pasar
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top