Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dorong Kendaraan Listrik, Bus dan Motor Jadi Pintu Masuk

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menilai percepataan penggunaan kendaraan listrik akan lebih mudah dilakukan mulai dari motor dan bus listrik.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 26 November 2019  |  15:54 WIB
Penumpang turun dari bus listrik usai mengikuti uji coba di halaman Balai Kota, Jakarta, Senin (29/4/2019). Pemprov DKI Jakarta bersama PT TransJakarta dan PT Bakrie & Brother Tbk menyelenggarakan uji coba bus listrik yang bertujuan untuk memastikan penggunaan kendaraan listrik sebagai alat transportasi umum di Jakarta.  - ANTARA
Penumpang turun dari bus listrik usai mengikuti uji coba di halaman Balai Kota, Jakarta, Senin (29/4/2019). Pemprov DKI Jakarta bersama PT TransJakarta dan PT Bakrie & Brother Tbk menyelenggarakan uji coba bus listrik yang bertujuan untuk memastikan penggunaan kendaraan listrik sebagai alat transportasi umum di Jakarta. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menilai percepataan penggunaan kendaraan listrik akan lebih mudah dilakukan mulai dari motor dan bus listrik.

Asisten Deputi Industri Penunjang Infrastruktur Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim dan Investasi Firdausi Manti mengatakan motor listrik dan bus listrik lebih mudah penjualannya daripada mobil listrik. 

Misalnya, masyarakat dalam memilih menggunakan bus listrik hanya memperhitungkan kenyamanan dan tarif yang murah, sedangkan dalam pembelian mobil akan ada lebih banyak pertimbangan.

Saat ini pemerintah telah membentuk tim koordinasi percepatan penggunaan kendaraan listrik. Dalam tim koordinasi yang terdiri atas lintas kementerian dan kepolisian ini akan dibentuk kelompok kerja yang melibatkan pelaku usaha untuk memberikan masukan percepatan penggunaan kendaraan listrik.

"Memang yang lebih mudah motor dan bus. Tentunya diperlukan kerja sama semua pihak untuk mendukung tiga visi, yakni impor bbm, memperbaiki lingkungan, dan membangun industri kendaraan listrik termasuk komponen utama," katanya, Selasa (26/11/2019).

Ketua Tim Mobil Listrik PT PLN (Persero) Zainal Arifin mengatakan dengan jumlah 138 juta sepeda motor dan rata-rata penambahan 6 juta kendaraan setiap tahun, potensi untuk dikonversi menjadi kendaraan listrik sangat besar. Apalagi, daya yang dibutuhkan tidak sebesar mobil listrik sehingga bisa diisi di rumah masing-masing.

"Ada 138 juta sepeda motor bisa jadi potensi elektrifikasi. Jangan khawatir dengan power supply," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kendaraan Listrik PLN
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top