Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dorong Produksi Batik, BBKB Kemenperin Ciptakan Alat Cap Otomatis

Dengan alat tersebut, canting cap dan kain digerakkan secara bergantian menggunakan pneumatik berbasis kontrol PLC.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 26 November 2019  |  11:24 WIB
Alat membatik ciptaan BBKB Kemenperin - Kemenperin
Alat membatik ciptaan BBKB Kemenperin - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA - Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB), Kementerian Perindustrian, menciptakan alat cap batik otomatis berbasis programmable logic controller (PLC) guna mendukung perajin dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Kepala BBKB Kemenperin Titik Purwati Widowati menjelaskan alat tersebut menggunakan metode automasi pembuatan batik cap. Dengan alat tersebut, canting cap dan kain digerakkan secara bergantian menggunakan pneumatik berbasis kontrol PLC.

“Teknologi perekayasaan alat batik cap berbasis otomasi ini bermanfat untuk meningkatkan kapasitas, efisiensi produksi serta peningkatan kualitas batik cap,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/11/2019).

Titik berharap alat tersebut mampu membantu para pelaku industri kecil menengah (IKM) melalui kolaborasi dengan BBKB dalam meningkatkan kapasitas produksinya. Menurutnya, upaya itu pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing IKM batik.

“Penggunaan teknologi untuk automasi batik cap ini diharapkan dapat menjadi teknologi yang handal dan memiliki ketahanan yang tinggi dalam penggunaan untuk produksi skala massal,” katanya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Kemenperin, Sony Sulaksono mengatakan pihaknya terus mendorong inovasi agar industri nasional dapat terus maju dan berdaya saing global. Langkah strategis ini sesuai program prioritas yang ada di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 agar Indonesia bisa menjadi 10 besar ekonomi dunia pada  2030.

“Era revolusi industri 4.0 tidak hanya membawa perubahan bagi sektor industri, akan tetapi juga dalam kehidupan pada umumnya,” ujarnya.

Sony mengungkapkan penggunaan teknologi digital mulai diterapkan dalam proses produksi batik lantaran permintaan batik terus meningkat. Pelaku industri sendiri dihadapkan pada kendala peningkatan kapasitas produksi.

Kendala tersebut tak lepas dari proses pembuatan batik yang panjang dan rumit serta peralatan digunakan masih terbatas baik secara teknologi maupun kemampuannya. Terutama untuk peralatan produksi batik cap, yang saat ini masih mengandalkan tenaga manusia dalam proses pengecapan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top