Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IMF Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi Jepang

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang untuk ketiga kalinya tahun ini di tengah meningkatnya risiko dari perlambatan global.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 November 2019  |  14:31 WIB
Salah satu kepadatan masyarakat di Kota Tokyo Jepang - Bisnis/Stefanus Arief Setiaji
Salah satu kepadatan masyarakat di Kota Tokyo Jepang - Bisnis/Stefanus Arief Setiaji

Bisnis.com, JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang untuk ketiga kalinya tahun ini di tengah meningkatnya risiko dari perlambatan global.

IMF juga meminta pemerintah Jepang untuk tidak memperketat pengeluaran untuk saat ini dan membuat beberapa rekomendasi untuk bank sentral Jepang, termasuk penargetan obligasi jangka pendek, sambil mengulangi seruannya untuk reformasi struktural yang lebih ambisius untuk mendorong pertumbuhan.

"Kebijakan fiskal harus mendukung untuk melindungi pertumbuhan jangka pendek dan meningkatkan momentum inflasi," ungkap Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, dalam teks pernyataan yang disiapkan untuk konferensi pers konsultasi Artikel IV IMF tentang ekonomi Jepang.

“Di luar jangka pendek, komitmen yang jelas untuk keberlanjutan fiskal jangka panjang sangat penting,” lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut menjadi 0,8 persen dari 0,9 persen sebelumnya. IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2020 menjadi 0,5 persen.

“Ekonomi Jepang telah bertahan di tengah lemahnya permintaan, namun masih akan diuji oleh perlambatan global, dan dalam jangka menengah oleh ketidakpastian ekonomi global, serta oleh tren demografisnya sendiri," kata Georgieva.

Meskipun kebijakan Abenomics yang telah berlangsung selama tujuh tahun menghasilkan kemajuan yang terlihat seperti penurunan risiko deflasi dan pemangkasan defisit fiskal, inflasi masih di bawah target Bank of Japan sebesar 2 persen dan utang publik belum berada pada jalur yang berkelanjutan, menurut Georgieva.

Jepang juga menghadapi tantangan dari tingkat populasi yang menua dan menurun, yang akan membebani pertumbuhan dan memberikan tantangan lebih lanjut.

“Jepang berada di depan ekonomi maju lainnya dalam hal tren demografis. Banyak yang mencari pelajaran tentang cara menangani tantangan demografis mereka sendiri di Jepang,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi jepang imf
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top