Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Safeguard Produk Pengeras Suara & Serat Optik Disiapkan

Kemenperin masih menunggu surat pengajuan resmi dari perusahaan yang merasa dirugikan atas peningkatan impor produk sejenis.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 25 November 2019  |  17:46 WIB
Fiber Optic - Ilustrasi
Fiber Optic - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Tindakan pengamanan atau safeguard dinilai mendesak diterapkan untuk perangkat pengeras suara dan serat optik lantaran masifnya impor produk tersebut.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Janu Suryanto mengatakan pihaknya bakal memfasilitasi upaya tersebut. Tindakan pengamanan itu, katanya, sudah diminta oleh produsen kedua produk tersebut.

Pihaknya saat ini masih menunggu surat pengajuan resmi dari perusahaan yang merasa dirugikan atas peningkatan impor produk sejenis.

"Loudspeaker dan kabel optik. Saya menunggu surat dari perusahaan yang merasa dirugikan," ujarnya kepada Bisnis, Senin (25/11/2019).

Selain impor meningkat, Janu menilai produk asing yang masuk ke Indonesia dijual dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang produk lokal. Kondisi itu, jelasnya, membuat produk lokal tertekan.

Di sisi lain, dia menilai tindakan pengamanan perlu dilakukan sebab sejumlah negara sudah menjalankan langkah serupa. "Ekspor fiber optik kita ke India baru 1 bulan, tetapi sudah kena tindakan safeguard."

Sebelumnya, Janu mengatakan sejumlah produk elektronik lokal membutuhkan proteksi di tengah masifnya impor produk serupa. Salah satu produk yang mendapatkan proteksi adalah evaporator.

Janu mengakui bahwa pengenaan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) berupa safeguard itu sudah dirapatkan bersama lintas kementerian dan ditetapkan untuk dikenakan terhadap produk evaporator impor.

Kebijakan itu, diharapkan mampu meredam arus impor komponen tersebut, khususnya dari sejumlah negara yang memberikan subsidi khusus (dumping) kepada eksportirnya. Di sisi lain, Janu pun optimistis produsen evaporator lokal mampu memenuhi permintaan dalam negeri setelah safeguard diterapkan bagi impor komponen produk pendingin tersebut.

"Pasti bisa, malah semakin berkembang memenuhi permintaan pasar dalam negeri. Industri dalam negeri terlindungi dari dumping sehingga persaingan sehat kembali," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Safeguard
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top