Menko Luhut: Ini Empat Syarat Investasi di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerangkan empat syarat investasi yang harus dipenuhi para investor ke Indonesia.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 19 November 2019  |  13:42 WIB
Menko Luhut: Ini Empat Syarat Investasi di Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar PandjaitanLuhut Pandjaitan Reu/Darren Whiteside.jpg

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerangkan empat syarat investasi yang harus dipenuhi para investor ke Indonesia.

Empat syarat tersebut, menurutnya, akan memberikan keuntungan kepada Indonesia. Syarat ini juga memerhatikan kelangsungan hidup masyarakat sekitar.

"Pertama, kami tidak akan menerima investasi kalau tidak membawa teknologi yang first class," katanya saat menjadi keynote speaker Institute for Essential Service Reform di Jakarta pada Selasa (19/11/2019).

Dia memastikan tidak ada investor yang membawa teknologi kelas dua ke Indonesia. Adapun syarat kedua adalah para investor harus melakukan teknologi transfer.

Terobosan ini, kata Luhut, akan memberi dampak pada pekerja Indonesia. Dengan transfer teknologi tersebut, pekerja Indonesia akan memperoleh transfer pengetahuan terhadap teknologi baru yang masuk ke dalam negeri.

Dia menerangkan pemerintah sedang membangun proyek lithium baterai di Morowali, Sulawesi Tengah. Nantinya pabrik tersebut menggunakan 70 persen raw material dari Indonesia.

Dari pembangunan pabrik ini, pemerintah menargetkan Indonesia dapat memiliki lithium baterai untuk penggunaan kendaraan listrik pada 2021 atau 2022.

Selain itu syarat ketiga diharuskan memiliki nilai tambah bagi Indonesia. Dia mencontohkan Freeport sejatinya memiliki nilai rambah yang cukup banyak. Namun, hanya diketahui belakangan. Syarat terakhir adalah melakukan kerja sama bussines to bussines.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, kemenko kemaritiman

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top