Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ahok Belum Final, Wapres Ma'ruf Sebut Ada 7 Pejabat BUMN yang Dicopot

Terkait dengan pengajuan Basuki Tjahaja Purnama sebagai manajemen di BUMN, Wapres Ma'ruf Amin meminta masyarakat menunggu keputusan Presiden setelah mendengar masukan di TPA.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 15 November 2019  |  15:32 WIB
Ahok Belum Final, Wapres Ma'ruf Sebut Ada 7 Pejabat BUMN yang Dicopot
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebutkan bahwa rapat Tim Penilaian Akhir (TPA) untuk jabatan di BUMN baru membahas mengenai pencopotan jabatan di sejumlah perusahaan. - ANTARA/Saiful Bahri
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Nama Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok disebut-sebut bakal menempati posisi di jajaran petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, penempatan Ahok belum final karena belum memasuki seleksi di Tim Penilai Akhir (TPA).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa kewenangan menentukan pejabat di perusahaan pelat merah yang strategis berada di tangan presiden. Biasanya presiden akan meninjau para kandidat melalui mekanisme TPA.

"Belum dibahas TPA, belum. Saya dengar masih diproses [oleh Kementerian sehingga belum diajukan ke TPA]," kata Ma'ruf di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Menurut Wapres, rapat terakhir TPA pada minggu ini baru membahas pemberhentian sejumlah direksi BUMN.

"Yang khusus di TPA, [baru] tentang pemberhentian tujuh pejabat di lingkungan BUMN. Tapi penggantiannya belum," katanya.

Meski begitu, Ma'ruf tidak menjelaskan BUMN mana saja yang akan diganti direksinya. Sementara terkait pengajuan Basuki sebagai manajemen di BUMN, Ma'ruf meminta masyarakat menunggu keputusan Presiden setelah mendengar masukan di TPA.

Sebagaimanan diberitakan sebelumnya, Ahok mendatangi kantor Kementerian BUMN pada Rabu (13/11/2019) untuk menemui Menteri BUMN Erick Thohir. Kepada wartawan, dia mengaku ditawari untuk bergabung dengan perusahaan pelat merah.

Keesokan harinya, Presiden Joko Widodo mengkonfirmasi rencana penempatan Ahok di BUMN. Meski demikian, Jokowi belum memastikan jabatan dan perusahaan yang bakal ditempati bekas tandemnya di Pemprov DKI Jakarta itu.

“Kita tahu kinerjanya Pak Ahok. Jadi ini masih dalam proses seleksi,” kata Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn ahok basuki tjahaja purnama
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top