Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hidupkan UKM, Wapres Ma'ruf Amin Minta BUMN Jangan Garap Proyek Kecil

Dengan melarang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pengusaha besar garap segmen bisnis kecil akan membuat kesejahteraan lebih merata.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 15 November 2019  |  15:06 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar tidak menggarap proyek skala kecil demi memajukan UKM/JIBI - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar tidak menggarap proyek skala kecil demi memajukan UKM/JIBI - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Usaha Milik Negara maupun korporasi besar dilarang menggarap bisnis skala mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pelarangan usaha besar menggarap segmen kecil ini menjadi upaya pengentasan kesenjangan kekayaan.

Dengan melarang BUMN dan pengusaha besar garap segmen bisnis kecil akan membuat kesejahteraan lebih merata.

"[Saya] Akan dorong agar perusahaan-perusahaan besar, BUMN, tidak lagi mengurusi urusan ekonomi kecil, tapi biar diserahkan kepada para pengusaha kecil saja," kata Ma'ruf di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, Indonesia harus melakukan pendekatan baru untuk membuat kesenjangan tidak lagi terus melebar. Pendekatan pemberdayaan akan menjadi inti untuk mensejahterakan masyarakat.

"Dulu memang yang dibangun di atas, itu menghadirkan konglomerasi yang dimaksudkan [ekonomi] biar netes ke bawah tapi ternyata tidak netes-netes. Karena itu [sekarang] kita bangun arus bawah," katanya.

Ma'ruf menyebutkan arus baru ini yakni dengan mendorong agar badan usaha milik negara dengan pengusaha besar untuk menjadikan pembina usaha kecil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn umkm proyek infrastruktur Ma'ruf Amin
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top