Industri Pengolahan Makanan Dorong Pertumbuhan Sektor Peternakan

Pertumbuhan subsektor peternakan pada kuartal III/2019 terakselerasi seiring dengan meningkatnya konsumsi protein hewani masyarakat serta berkembangnya industri pengolahan makanan. 
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 07 November 2019  |  13:35 WIB
Industri Pengolahan Makanan Dorong Pertumbuhan Sektor Peternakan
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan subsektor peternakan pada kuartal III/2019 terakselerasi seiring dengan meningkatnya konsumsi protein hewani masyarakat serta berkembangnya industri pengolahan makanan. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa subsektor peternakan tumbuh 7,72% pada kuartal III/2019 lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal III/2018 yang hanya sebesar 4,87%. Hal ini dibenarkan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Makanan Olahan dan Industri Peternakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Juan Permata Adoe. 

Dia mengatakan mulai terjadi peningkatan konsumsi protein hewani yang turut mendongkrak permintaan. Juan juga menyebutkan pelaku usaha mulai menjajal praktik produksi yang lebih efisien sehingga turut mempengaruhi produktivitas. 

Tumbuhnya subsektor peternakan tak bisa dilepaskan dari industri pengolahan makanan. Juan menuturkan perkembangan industri dan produk olahan hasil peternakan yang semakin beragam dan terjangkau juga turut mempengaruhi pertumbuhan sektor ini. 

“Kita harapkan tren pertumbuhannya bisa terus ditingkatkan seiring dengan naiknya tingkat konsumsi produk hasil peternakan,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (6/11/2019). 

Ke depan, Juan mengharapkan adanya peningkatan investasi di sektor peternakan dari hulu hingga hilir sehingga dapat melipatgandakan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional. Kerja sama pengusaha dengan peternak atau pembudidaya ia sebut bisa meningkatkan produktivitas hewan ternak pada masa mendatang. 

“Kami dari dunia usaha juga berkomitmen akan menciptakan iklim usaha yang kondusif secara konsisten dan persisten,” tutur Juan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peternakan

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top