IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Zona Euro

IMF mengatakan ekonomi zona euro akan tumbuh 1,2 persen tahun ini, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,3 persen pada April. Ini adalah perlambatan yang signifikan dibandingkan dengan ekspansi 1,9 persen tahun lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 November 2019  |  19:59 WIB
IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Zona Euro
Bursa Efek Paris di distrik bisnis La Defense di Paris, Prancis. - REUTERS/Benoit Tessier

Bisnis.com, JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pada Rabu (6/11/2019) bahwa pertumbuhan ekonomi zona euro akan melambat lebih dari yang diperkirakan karena krisis manufaktur dapat meluas ke sektor jasa di bawah ketegangan perdagangan global yang berkepanjangan.

IMF mengatakan ekonomi zona euro akan tumbuh 1,2 persen tahun ini, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,3 persen pada April. Ini adalah perlambatan yang signifikan dibandingkan dengan ekspansi 1,9 persen tahun lalu.

IMF juga memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 dan 2021 dari 1,5 persen menjadi 1,4.

Dilansir Reuters, perlambatan ekonomi ini sebagian besar disebabkan oleh lesunya pertumbuhan di Jerman, yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar di zona euro. Selain itu, stagnasi di Italia juga berkontribusi terhadap pelemahan ini.

IMF memperkirakan perekonomian Jerman akan tumbuh hanya 0,5 persen tahun ini, lebih lambat dari proyeksi IMF bulan April lalu sebesar 0,8 persen.

IMF juga memangkas prakiraan pertumbuhan untuk Prancis, meskipun proyeksi output yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal ketiga dirilis minggu lalu. Perekonomian negara ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 1,2 persen hingga akhir 2019, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,3 persen.

Untuk mengatasi perlambatan, IMF menekankan seruannya agar pemerintah di zona euro melakukan "respon fiskal yang tersinkronisasi". Sekaligus menekan Jerman agar meningkatkan investasi yang masuk.

IMF mengatakan sejauh ini perlambatan ekonomi disebabkan oleh dampak dari ketegangan perdagangan global terhadap industri ekspor Eropa, yang dapat meluas ke sektor jasa, sektor ekonomi terbesar di zona euro.

Proses Inggris meninggalkan Uni Eropa juga menjadi penyebab kekhawatiran, dengan Brexit tanpa kesepakatan menyebabkan dampak negatif yang luas pada Inggris dan Uni Eropa.

Jika kesepakatan Brexit terwujud, IMF mengonfirmasi perkiraan sebelumnya bahwa ekonomi Inggris akan tumbuh 1,2 persen tahun ini dan 1,4 persen pada 2020.

IMF memproyeksikan bahwa inflasi zona euro mencapai 1,2 persen tahun ini, 1,4 persen tahun setelahnya, dan 1,5 persen pada tahun 2021, lebih rendah dari target Bank Sentral Eropa sebesar 2 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
zona euro, imf

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top