Menko Luhut Sampaikan Keberatan Penerapan Bea Masuk Baja oleh China

Dalam pertemuan singkat di sela China International Import Expo (CIIE) yang berlangsung pada 5-10 November tersebut, Luhut meminta kepada China untuk meringankan atau menghapus penerapan bea masuk untuk impor produk baja dari Indonesia.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 06 November 2019  |  10:26 WIB
Menko Luhut Sampaikan Keberatan Penerapan Bea Masuk Baja oleh China
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA–Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping membicarakan kondisi terakhir eskpor Indonesia.

Dalam pertemuan singkat di sela China International Import Expo (CIIE) yang berlangsung pada 5-10 November tersebut, Luhut meminta kepada China untuk meringankan atau menghapus penerapan bea masuk untuk impor produk baja dari Indonesia.

Indonesia berharap bisa meningkatkan ekspornya ke China karena China memiliki pasar yang massif dengan penduduk yang mencapai 1,4 miliar orang.

“Terutama ekspor buah-buahan tropis seperti nanas, lalu sarang burung, ekspor kelapa sawit juga masih bisa kita tingkatkan. Lalu ada olahan-olahan produk hilirisasi seperti nickel ore, tembaga, timah, bauksit dan banyak lagi. Presiden Xi tadi berjanji untuk meningkatkan investasi negaranya di bidang teknologi,” kata Luhut, Rabu (6/11/2019).

Selain dengan China, Luhut juga bertemu dengan perwakilan pebisnis dari AS dalam rangka membicarakan isu yang sama.

Pengusaha asal AS yang menjadi pemasok baja ke AS dari Indonesia menyampaikan permasalahan mereka yakni adanya bea masuk sebesar 25% atas produk baja yang mereka suplai.

“Besok dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan Wilbur Ross, saya akan sampaikan hal ini dan minta kebijakan AS untuk memberi keringanan,” janji Menko Luhut.

Luhut menerangkan bahwa kebijakan pengenaan bea masuk tersebut cukup memberatkan karena produk baja yang dikenai bea masuk diproduksi di daerah terpencil dan masyarakat pun terkena dampak dari pengenaan bea tersebut.

“Hanya Jepang, Korea Selatan dan Turki mendapat pengecualian tarif masuk ini. Kita kan negara berkembang tentu ini menyulitkan bagi Indonesia,” kata Luhut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
baja

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top