Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Impor Bahan Baku Dikenai Safeguard, Asosiasi Industri Kemasan Khawatir Tak Mampu Bersaing

Asosiasi Industri Kemasan Fleksibel Indonesia (Rotokemas) menyayangkan pengenaan bea masuk tindakan pengaman atau safeguard terhadap produk impor aluminium foil lantaran produksi dalam negeri belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan industri.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 05 November 2019  |  10:37 WIB
Impor Bahan Baku Dikenai Safeguard, Asosiasi Industri Kemasan Khawatir Tak Mampu Bersaing
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Industri Kemasan Fleksibel Indonesia (Rotokemas) menyayangkan pengenaan bea masuk tindakan pengaman (BMTP) atau safeguard terhadap produk impor aluminium foil lantaran produksi dalam negeri belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan industri.

Anggota Senior Rotokemas Purnomo Widjaja mengatakan pengenaan BMTP yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 153/2019 tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan Terhadap Impor Produk Aluminium Foil dan telah diundangkan 24 Oktober 2019 itu akan memengaruhi harga pokok penjualan kemasan fleksibel yang menggunakan aluminium foil dalam strukturnya.

Kemasan fleksibel adalah kemasan yang terbuat dari bahan plastik lentur yang bisa dipadukan dengan bahan lainnya seperti aluminium foil, metalizing, kertas, dan jenis plastik lainnya. Secara sederhana, kemasan fleksibel dapat ditemui dalam bentuk bumbu masakan, kemasan obat-obatan, dan kotak susu.

"Mengingat situasi pasar yang demikian kompetitif, kami khawatir jika produk kemasan [impor] yang masuk dan tidak dikenakan safeguard akan lebih kompetitif dibandingkan [dengan] produksi lokal. Hampir semua bahan baku kami seperti Aluminium Polyester Film, Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP) Films terdampak safeguard," katanya kepada Bisnis.com, Senin (4/11/2019).

Lebih lanjut, Purnomo berharap agar pemerintah bisa mempertimbangkan kembali pengenaan BMTP aluminium foil agar industri kemasan fleksibel di Tanah Air tak kalah saing dengan industri kemasan di luar negeri dan akhirnya gulung tikar.

Saat in, sebutnya, produk impor kemasan berkontribusi sampai dengan 20% terhadap pangsa pasar kemasan fleksibel dalam negeri pada akhir tahun lalu. Adapun, untuk pertumbuhan industri kemasan fleksibel di Tanah Air, Rotokemas memproyeksi akan tumbuh stagnan pada tahun ini atau sekitar 5%.

Berdasarkan PMK No. 153/2019 tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan Terhadap Impor Produk Aluminium Foil,  BMTP dikenakan atas produk aluminium foil yang tidak dicetak atau tidak diberi alas kertas, kertas karton, plastik atau alas semacam itu dengan ketebalan tidak melebihi 0,2 mm, digulung tetapi tidak dikerjakan lebih lanjut, dengan kandungan aluminium 97,5% atau lebih menurut beratnya dan termasuk dalam pos tarif 7607.11.00.

Pada tahun pertama, besaran BMTP yang dikenakan adalah 6%. Kemudian, pada tahun kedua besaran tersebut diturunkan menjadi 4%.

Pengenaan BMTP atas produk aluminium foil ini dikenakan atas impor yang dilakukan dari seluruh negara kecuali produk aluminium foil yang diproduksi di 124 negara. Tambahan bea masuk yang dikenakan merupakan tambahan bea masuk umum (most-favored nation) serta tambahan bea masuk preferensi berdasarkan skema perjanjian perdagangan barang internasional yang berlaku.

Kemudian untuk impor produk aluminium foil yang berasal dari negara-negara yang dikecualikan dari pengenaan BMTP dan negara-negara yang memiliki kerja sama perdagangan dengan Indonesia, importir wajib menyerahkan dokumen surat keterangan asal (certificate of origin).

Permohonan pengenaan BMTP tersebut dilakukan oleh Asosiasi Produsen Aluminium Extrusi Serta Aluminium Plate, Sheet & Foil (APRALEX Sh & F) yang mengajukan permintaan penyelidikan pada 3 Oktober 2018 lalu kepada Komite Pemgamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Safeguard aluminium
Editor : Wike Dita Herlinda
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top