Hunian di Tengah Kota, Antara TOD, Mixed-Use, dan Superblok, Pilih yang Mana?

Di Jakarta, mencari hunian tapak dengan harga terjangkau pun sekarang nyaris tak mungkin.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 November 2019  |  17:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Mencari hunian di Jakarta bisa dikatakan susah-susah gampang, kebanyakan lokasi yang strategis dibanderol dengan harga selangit, sedangkan yang harganya pas di kantong harus ditempuh dalam jarak yang tidak singkat.

Selain itu, jika Anda mencari hunian tapak dengan harga terjangkau pun di Jakarta sekarang nyaris tak mungkin. Oleh karena itu, sebagai alternatif hunian, banyak masyarakat yang mulai berminat pada properti apartemen.

Apartemen sendiri saat ini didirikan dengan beragam konsep, beberapa yang sedang tren di antaranya adalah yang berkonsep transit oriented development (TOD), mixed-use, dan superblok.

Menurut Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik, ketiganya memiliki kelebihan tersendiri. Superblok memiliki kelebihan sebagai lokasi one stop living karena penghuni di sana bisa memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa perlu pergi jauh-jauh.

“Umumnya superblok sudah dilengkapi berbagai macam fasilitas di sekitar tempat tinggal seperti kantor, hotel, pusat perbelanjaan, dan kawasan komersial. Apartemen mixed-use pun biasanya sudah termasuk dalam pengembangan konsep superblok untuk memenuhi kebutuhan orang yang tinggal di sana,” ungkapnya, Senin (4/11/2019).

Sementara itu, jika tinggal di apartemen TOD, penghuni dipermudah oleh kedekatan tempat tinggal dengan moda transportasi.

Maria menerangkan bahwa jika lokasinya berada di luar Jakarta, tetapi dekat dengan transportasi, akan menjadi nilai tambah sendiri di mata para penghuni.

Tak luput, apartemen berkonsep TOD juga banyak yang dibangun dengan konsep mixed-use seperti ada pusat perbelanjaan dan tempat makan dan nongkrong sebagai tempat bagi penghuni melepas penat setelah menempuh perjalanan dari kantor ke apartemen.

Konsep mixed-use juga bisa menjadi strategi pengembang untuk memaksimalkan pendapatan dengan meningkatkan fungsi bangunan agar tidak menjadi hunian, tetapi juga menjadi properti yang menghasilkan pendapatan berulang.

Salah satu proyek yang mengusung konsep superblok di pusat Jakarta adalah Green Pramuka City dari pengembang PT Duta Paramindo Sejahtera (DPS) yang mengusung konsep one stop living.

Dalam konsep ini, mixed-use development juga diterapkan lantaran dalam satu kompleks yang terdiri atas beberapa menara apartemen, lingkungannya sudah dilengkapi dengan pusat belanja Green Pramuka Square dan kawasan komersial.

“Tujuan konsepnya adalah mempermudah supaya penghuni bahkan tidak perlu keluar mencari kendaraan dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tinggal turun dari apartemennya bisa langsung belanja di bawah,” kata Lusida Sinaga, Head of Communications Green Pramuka City kepada Bisnis, Senin (4/11/2019).

Sementara itu, untuk mempermudah penghuni dalam menjangau transportasi, Green Pramuka City juga menyediakan shelter bus Damri, taksi Express, dan ojek daring.

Berlokasi di pusat Jakarta, Green Pramuka City dibanderol dengan harga di bawah rata-rata yaitu mulai dari Rp500 juta. Hunian di sekitarnya sudah memasang harga di atas Rp1 miliar.

Lusida menyebutkan bahwa harga Rp500 juta sudah termasuk furnitur di dalamnya.

Di sisi lain ada konsep TOD, salah satunya proyek Urban Signature yang dikembangkan atas kerja sama PT Adhi Commuter Properti dan Urban Jakarta Propertindo. Apartemen tersebut nantinya akan terhubung langsung dengan proyek lintas rel terpadu (LRT) dan akan memiliki kemudahan akses menuju Jakarta.

Selain menganut prinsip walkable atau dapat dijangkau dengan berjalan kaki, kemudahan berpindah kendaraan, dan terhubung dengan transportasi massal, Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Amrozi Hamidi menyebutkan bahwa Urban Signature juga akan memiliki konsep mixed-use.

“Hal itu untuk pengoptimalan kepadatan lahan dengan perencanaan bangunan vertikal dan mixed-use untuk mengoptimalisasi tata guna lahan,” jelasnya.

Selain itu, pengembang PT Intiland Development Tbk. juga mengusung konsep TOD sebagai andalannya.

Intiland memiliki setidaknya tujuh proyek yang terhubung langsung dengan kereta moda raya terpadu (MRT) sehingga memudahkan penghuni untuk bepergian ke pusat Jakarta.

Adapun, salah satu proyeknya yang juga mengusung konsep mixed-use sekaligus TOD bertajuk South Quarter Residence di Jakarta Selatan. Bahkan, sebelum dibangun, proyek tersebut sudah memiliki kelengkapan fasilitas pusat belanja, kuliner, dan dekat dengan berbagai sekolah nasional maupun internasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
superblok, tod

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top