BPTJ Tangguhkan Uji Coba Sistem 2-1 di Puncak Bogor, Ada Apa?

Kabag Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Rahardjo menyatakan uji coba tahap kedua diperkirakan akan dilakukan kembali pada akhir November atau awal Desember 2019.
Hendra Wibawa
Hendra Wibawa - Bisnis.com 01 November 2019  |  05:36 WIB
BPTJ Tangguhkan Uji Coba Sistem 2-1 di Puncak Bogor, Ada Apa?
Kendaraan roda empat memadati jalur Puncak Cisarua Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama musim libur labaran. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Polres Bogor sepakat untuk menangguhkan uji coba tahap kedua sistem kanalisasi 2-1 Jalur Puncak Bogor yang rencananya digelar 3 November 2019.

Kepala Bagian Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Rahardjo menyatakan uji coba tahap kedua diperkirakan akan dilakukan kembali pada akhir November atau awal Desember 2019.

"Pertimbangan penangguhan dimaksudkan mengingat pemecahan permasalahan atas temuan-temuan pada uji coba tahap pertama membutuhkan proses dan waktu sampai dipandang kondisi di lapangan memungkinkan untuk dilakukan uji coba kembali," katanya dalam siaran pers, Kamis (31/10/2019). 

Menurutnya, kesepakatan penangguhan itu diputuskan melalui rapat evaluasi bersama terhadap kegiatan uji coba pertama sistem kanalisasi 2-1 Jalur Puncak yang telah dilakukan pada 27 Oktober 2019 mulai dari Simpang Gadog hingga Taman Safari Indonesia. Rapat evaluasi itu dilakukan pada Kamis (31/10/2019) di Kantor Bupati Bogor.

Budi memaparkan hasil evaluasi diperoleh beberapa temuan seperti terganggunya kapasitas jalan yang menyangkut kondisi lebar jalan yang tidak sama.

Selain itu, terdapat pula hambatan samping di antaranya aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang tidak pada tempatnya, parkir di badan jalan, dan angkutan umum yang berhenti di sembarang tempat.

Hasil evaluasi juga menunjukkan saat uji coba pertama sistem 2-1, volume kendaraan di Jalur Puncak mengalami peningkatan sebanyak 5 persen  dari volume kendaraan pada pekan sebelumnya.

Hal ini diduga adanya animo masyarakat untuk mencoba memanfaatkan Jalur Puncak melalui Sistem 2-1 pada saat uji coba diberlakukan, sehingga pada saat uji coba berlangsung volume atau capacity ratio diperkirakan mencapai lebih dari 0,97.  Pada level tersebut, volume lalu lintas mendekati atau berada pada kapasitas arus tidak stabil dan terkadang berhenti.  

Tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah perilaku pengguna jalan yang tidak kooperatif seperti tidak mematuhi aturan, bermanuver keluar lajur, hingga menabrak traffic cone.

"Untuk itu, sebelum uji coba kedua dilaksanakan, masing-masing stakeholder akan berupaya untuk memecahkan masalah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing," paparnya.

Menurutnya, dalam pembahasan pada rapat evaluasi juga memunculkan perlunya fokus perhatian tidak hanya dipusatkan pada uji coba sistem 2-1, tetapi juga pada upaya lain khususnya yang menyangkut pengurangan volume lalu lintas. 

Dalam program Save Puncak, Budi memaparkan telah dirumuskan langkah penanganan permasalahan transportasi di Kawasan Puncak yang terbagi dalam tahapan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang termasuk pendekatan yang bersifat mengurangi volume lalu lintas.

Pembahasan juga membuka kemungkinan pelibatan pendekatan yang selama ini belum termasuk di dalam bagian rencana yang sudah dirumuskan untuk memecahkan permasalahan transportasi di Kawasan Puncak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalur puncak, puncak bogor, BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top