Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terseret Perang Dagang, Ekspor Korsel Turun Bulan ke-11 Beruntun

Korea Selatan terus terseret dalam dampak perang perdagangan terhadap ekonomi global. Ekspor Negeri Ginseng dilaporkan turun pada Oktober, penurunan bulan ke-11 berturut-turut.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 01 November 2019  |  09:22 WIB
Sebuah truk berjalan di antara kontainer pengiriman di terminal kontainer di Pelabuhan Incheon di Incheon, Korea Selatan. - REUTERS/Kim Hong/Ji
Sebuah truk berjalan di antara kontainer pengiriman di terminal kontainer di Pelabuhan Incheon di Incheon, Korea Selatan. - REUTERS/Kim Hong/Ji

Bisnis.com, JAKARTA – Korea Selatan terus terseret dalam dampak perang perdagangan terhadap ekonomi global. Ekspor Negeri Ginseng dilaporkan turun pada Oktober, penurunan bulan ke-11 berturut-turut.

Menurut Kementerian Perdagangan Korsel pada Jumat (1/11/2019), ekspor turun 15 persen pada Oktober dari tahun sebelumnya, didorong oleh penurunan ekspor semikonduktor dan petrokimia.

Dengan demikian, ekspor Korsel memperpanjang penurunannya menjadi 11 bulan. Kinerja impor juga dilaporkan turun 15 persen dan surplus perdagangan mencapai US$5,4 miliar.

Ekspor ke China tercatat melorot 17 persen, sedangkan ekspor ke Amerika Serikat turun 8,4 persen.

Ekspor semikonduktor, komponen terbesar perdagangan Korsel, anjlok 32 persen pada Oktober dibandingan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun ekspor petrokimia merosot 23 persen.

Perlambatan ekonomi China dan ketegangan perdagangan global selama ini telah memukul ekspor Korea Selatan mulai dari chip memori hingga petrokimia, sekaligus menempatkan ekonomi di jalur pertumbuhan paling lambat dalam satu dekade.

Bank sentral Korsel, Bank of Korea (BoK), telah menopang ekonomi melalui dua kali pemangkasan suku bunga tahun hingga menjadi 1,25 persen, rekor level terendah.

Meski demikian, kenaikan harga semikonduktor baru-baru ini dan penurunan inventaris menawarkan secercah harapan bahwa ekspor Korsel mungkin akan pulih.

“Ada harapan yang tinggi untuk tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan China. Jika peningkatan hubungan berlanjut, ekspor Korea Selatan akan pulih pada kuartal pertama tahun depan,” ujar Mun Byung-ki, seorang peneliti di Asosiasi Perdagangan Internasional Korea, dilansir dari Bloomberg.

Korsel dipandang sebagai salah satu penggerak perdagangan global. Eksportir Korea Selatan adalah bagian penting dari rantai pasokan global.

Kinerjanya dianggap sebagai barometer permintaan untuk produk-produk teknologi mulai dari semikonduktor, ponsel pintar, hingga layar komputer.

Sementara itu, Korea Selatan dan Jepang dikabarkan berkeinginan untuk memperbaiki hubungan dagang antara kedua negara setelah masing-masing perdana menteri bertemu pada bulan Oktober.

Pada bulan Juli, Jepang memperketat aturan ekspor terhadap sejumlah bahan-bahan penting bagi produksi chip dan display di Korea Selatan seiring dengan meningkatnya perselisihan antara kedua negara terkait isu tenaga kerja paksa di masa perang dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ekonomi Korsel ekspor
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top