Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PLN Targetkan Papua Bebas Subsidi Listrik 2024

PT PLN (Persero) menargetkan Papua akan bebas subsidi pada 2024 seiring dengan peningkatan sistem kelistrikan dan rasio elektrifikasi wilayah tersebut.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 18 Oktober 2019  |  18:32 WIB
Gunung Cyclops terlihat dari Pos Tujuh, Sentani, Jayapura, Papua, Rabu (20/3/2019). - ANTARA/Zabur Karuru
Gunung Cyclops terlihat dari Pos Tujuh, Sentani, Jayapura, Papua, Rabu (20/3/2019). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN (Persero) menargetkan Papua akan bebas subsidi pada 2024 seiring dengan peningkatan sistem kelistrikan dan rasio elektrifikasi wilayah tersebut.

Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Ahmad Rofik mengatakan energi baru terbarukan (EBT) akan menjadi solusi dalam peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah Papua. Selain itu, semakin banyaknya pembangkit yang beroperasi akan menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) sehingga tarif listrik semakin murah. 

Setidaknya, ada tiga EBT yang akan dikembangkan, yakni pembangkit listrik tenaga pikohidro, pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm), dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Hingga saat ini, potensi EBT yang baru dapat dihitung adalah tenaga air yang besarannya mencapai 11.000 MW. 

Selain itu, PLN juga akan membagikan tabung listrik (talis) ke sejumlah desa. Total pembagian talis dan pemasangan EBT tersebut akan dilakukan di 1.724 desa yang belum teraliri listrik. 

Rencana melistriki Papua tersebut dilakukan dengan meluncurkan program 1.000 Renewable Energy for Papua. 

"Program 1.000 Renewable Energy menjadi solusi untuk meningkatkan pasokan listrik murah dan andal, serta percepatan rasio elektrifikasi sehingga Papua bebas subsidi 2024i," katanya, Jumat (18/10/2019).

Menurutnya, saat ini sebagian besar pembangkit di Papua menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan biaya rata-rata Rp3.000 untuk menghasilkan 1 kWh listrik. 

Ahmad menilai dengan memanfaatkan pembangkit EBT yang menyesuaikan dengan potensi daerah setempat, BPP pembangkitan di Papua akan mampu ditekan sehingga listrik semakin murah. Hal tersebut dinilai mampu menurunkan subsidi listrik di provinsi tersebut. 

"Dengan menggunakan energi lokal, BPP bisa jauh lebih murah. Diharapkan tarif masih ada selisih positif antara harga produksi sehingga PLN bisa dapat surplus," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN subsidi listrik
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top