Tol Listrik Sulawesi Tahap 1 Tersambung, PLN Sasar Sektor Industri

PT PLN (Persero) menyasar peningkatan konsumsi listrik sektor industri di Sulawesi Tenggara pascatersambungnya tol listrik Sulawesi tahap 1 yang mengalirkan tambahan daya sebesar 400 megawatt (MW). 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 18 Oktober 2019  |  13:21 WIB
Tol Listrik Sulawesi Tahap 1 Tersambung, PLN Sasar Sektor Industri
Sutet - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN (Persero) menyasar peningkatan konsumsi listrik sektor industri di Sulawesi Tenggara pascatersambungnya tol listrik Sulawesi tahap 1 yang mengalirkan tambahan daya sebesar 400 megawatt (MW). 

General Manager PLN UIW Sulselrabar Ismail Deu menjelaskan bahwa PLN siap melayani kebutuhan listrik investor di Sulawesi Tenggara. Sampai dengan saat ini, di Sulawesi Tenggara, sudah ada empat pelanggan industri yang menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan keseluruhan total daya sebesar 634 MVA.

Salah satu pelanggan industri makro PLN di wilayah tersebut, yakni PT Ceria Nugraha Indotama yang merupakan perusahaan tambang pemilik smelter nikel. PT Ceria Nugraha Indotama telah menandatangani SPJBTL layanan khusus premium platinum bersama PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat dengan daya 350 MVA pada awal Oktober lalu. 

“Kami siap melayani investor kapanpun, di manapun, dan berapapun dayanya. Interkoneksi ini memberi peluang kepada investor untuk berinvestasi tanpa khawatir akan pasokan energi listrik. Sistem kami pun semakin andal karena adanya penurunan beban," katanya, seperti dikutip dalam rilis, Jumat (18/10/2019).

Selain sektor Industri makro, PLN juga menyasar pelanggan industri mikro di Sulawesi Tenggara. Salah satunya, yakni konversi energi dari genset ke listrik daya 197 kVA oleh pengusaha penggilingan padi UD Sinar Swastika di Kabupaten Konawe. 

Dengan konversi tersebut pelanggan dapat menghemat biaya produksi sebesar 30%-50% setelah beralih menggunakan listrik.

Pemilik dari usaha tersebut Ketut Swastika mengatakan keuntungan yang didapatkan adalah tidak ada biaya untuk pembelian solar dan pemeliharaan material karena genset sudah dinonaktifkan.

“Dengan menjadi pelanggan PLN, kami banyak menghemat. Biaya untuk pembelian solar sudah tidak diperlukan," tuturnya..

Adapun, rasio elektrifikasi di Sulawesi Tenggara sudah mencapai 97,12% dengan proyeksi pertumbuhan pelanggan besar di Sulawesi Tenggara pada 2025 sebesar 710 MW. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, TOL LISTRIK

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top