Tol Listrik Sulawesi Tahap 1 Rampung, PLN Hemat Rp44 Miliar per Bulan

PT PLN (Persero) menyatakan hemat Rp44 miliar per bulan setelah  merampungkan pembangunan tol listrik Sulawesi Tahap 1 yang membentang sejauh 3.767 kilometer sirkuit (kms). 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  13:06 WIB
Tol Listrik Sulawesi Tahap 1 Rampung, PLN Hemat Rp44 Miliar per Bulan
Teknisi melakukan penggantian kabel listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Surabaya, Kamis (28/9). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN (Persero) menyatakan hemat Rp44 miliar per bulan setelah  merampungkan pembangunan tol listrik Sulawesi Tahap 1 yang membentang sejauh 3.767 kilometer sirkuit (kms). 

Tol listrik tersebut mampu menekan biaya pokok produksi (BPP) dari Rp1187 per kilowatt hour (kWh) di Sulawesi bagian selatan dan Rp2.219 per kWh di Sulawesi Tenggara menjadi Rp1.096 per kWh. Penurunan BPP tersebut bisa terjadi lantaran PLN menonaktifkan sebagian besar pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) seperti PLTD Kolaka, PLTD Lasusua, PLTD Lambuya, PLTD Wua-wua, dan beberapa PLTD lainnya. 

Adapun, tol listrik tersebut menghubungkan 5.687 menara transmisi dan 47 gardu induk berkapasitas total 2.648 MVA yang berada di empat provinsi, yaitu Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Kalimantan Syamsul Huda menjelaskan kebutuhan listrik di Sulawesi Tenggara cukup tinggi sehingga rampungnya tol listrik Sulawesi tahap 1 sangat membantu.

“Selesai nya tol listrik Sulawesi tahap 1 ini menjadi bukti komitmen PLN dalam mendukung penuh pertumbuhan investasi. Kini kami siap menopang kebutuhan listrik terutama daerah Sulawesi Tenggara karena cukup banyak peluang investasi bisnis dari pelanggan Industri disana seperti industri smelter dan tambang lainnya," katanya melalui keterangan resmi, Kamis (17/10/2019).

Salah satu industri yang menjadi pelanggan premium platinum PLN di wilayah Sulawesi Tenggara adalah PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) yang telah melakukan MoU jual beli tenaga listrik sebesar 350 MW pada akhir 2018.

General Manager PLN UIP (Unit Induk Pembangunan) Sulbagsel I Putu Riasa menjelaskan rampungnya interkoneksi antara Sulawesi bagian selatan dengan Sulawesi Tenggara pada 19 September kemarin menjadi tanda terwujudnya tol listrik Sulawesi tahap 1.

“Pembangunan 1.263 tower transmisi bertegangan 150 kV yang menjangkau sepanjang 797 kms dari Kendari - Unaha - Kolaka - Lasusua - Malili - Wotu menandakan selesainya pembangunan tol listrik sulawesi tahap 1," katanya.

Di samping menekan BPP, tol listrik Sulawesi tahap 1 ini juga berhasil membuat pemerataan beban daya baik di sistem Sultra, Sulteng, dan Sulbagsel sehingga sistem akan lebih stabil.

Melalui tol listrik, PLN pun berperan aktif mempersiapkan pengembangan penggunaan kendaraan listrik di Sulawesi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, TOL LISTRIK, Kendaraan Listrik

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top