Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsorsium Indonesia Gandeng Norwegia Garap Perikanan, Investasi US$50 Juta

Konsorsium perusahaan Indonesia yang dipimpin PT El Rose Brothers dengan perusahaan Sterner AS asal Norwegia menandatangani perjanjian kerja sama budi daya ikan terpadu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  14:15 WIB
Penandatangan perjanjian budi daya ikan terpadu oleh konsorsium perusahaan Indonesia yang dipimpin PT El Rose Brothers dengan perusahaan Sterner AS asal Norwegia pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di Tangerang, Banten, pada Rabu (16/10/2019). - Antara-KBRI Oslo
Penandatangan perjanjian budi daya ikan terpadu oleh konsorsium perusahaan Indonesia yang dipimpin PT El Rose Brothers dengan perusahaan Sterner AS asal Norwegia pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di Tangerang, Banten, pada Rabu (16/10/2019). - Antara-KBRI Oslo

Bisnis.com, JAKARTA – Konsorsium perusahaan Indonesia yang dipimpin PT El Rose Brothers dengan perusahaan Sterner AS asal Norwegia menandatangani perjanjian kerja sama budi daya ikan terpadu di sela-sela kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2019.

Penandatanganan itu dilakukan oleh Ferry Budiman selaku Direktur PT El Rose Brothers dan Gisle Larsen selaku Direktur Sterner AS di Tangerang, Banten, pada Rabu (16/10/2019), menurut keterangan KBRI Oslo yang diterima di Jakarta pada Kamis (17/10/2019).

Perjanjian itu merintis jalan bagi investasi yang cukup signifikan dalam mengembangkan bisnis budi daya perikanan (onshore fishfarming) berbasis teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) di Indonesia.

Teknologi RAS merupakan komponen penting dalam produksi makanan yang rendah karbon dan berkelanjutan di masa mendatang.

Fasilitas berbasis teknologi RAS milik Sterner memungkinkan produksi berdasarkan jaminan kualitas, keterlacakan, dan pertumbuhan terkelola untuk menciptakan lingkungan yang nol pemborosan dan rendah karbon.

PT El Rose Brothers akan memulai pembangunan fasilitas RAS tersebut di Yogyakarta pada 2020 dengan rencana kapasitas produksi tahap pertama 2.500 ton per tahun produk ikan kakap putih. Proyek itu direncanakan mendatangkan investasi US$50 juta.

"Proyek kemitraan ini dapat menjadi landasan untuk memadukan investasi asing dan teknologi RAS dan pengolahan air bersih milik Sterner AS di Indonesia," ujar Gisle Larsen.

Sementara itu, Ferry Budiman optimistis akan menjadi yang terunggul dalam hal produksi produk perikanan yang berkualitas tinggi dan aman bagi konsumen

"Kami memang bertujuan menjadi produsen produk perikanan dengan fasilitas onshore (kawasan daratan) dalam 5 tahun mendatang yang akan menyediakan produk untuk pasar domestik maupun global," kata Ferry.

Duta Besar RI untuk Norwegia Todung Mulya Lubis yang turut menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut mengingatkan agar proyek tersebut memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku di Indonesia dan dapat segera beroperasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan norwegia kakap

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top