Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PUPR Akan Adakan Penilaian Pengelolaan Jalan Tol Berkelanjutan

Penilaian terhadap 54 badan usaha jalan tol akan dimulai pekan depan dan hasilnya akan diumumkan pada 3 Desember 2019.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  17:57 WIB
gerbang tol Kayuagung yang merupakan bagian dari ruas Jalan Tol Trans Sumatra. Istimewa
gerbang tol Kayuagung yang merupakan bagian dari ruas Jalan Tol Trans Sumatra. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melakukan penilaian pengelolaan jalan tol berkelanjutan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan fungsi lainnya seperti menjadi etalase daerah di sekitarnya.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman mengatakan bahwa nantinya jalan tol bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai etalase daerah di sekitarnya.

"Rest area seharusnya menginformasikan banyak hal seperti objek wisata, misalnya. Kami berharap jalan tol dan komponen di dalamnya, termasuk rest area, dapat memberi informasi lebih kepada para pengendara di sana," paparnya dalam acara Press Briefing dan Diskusi Pengelolaan Jalan Tol Berkelanjutan, Kamis (17/10/2019).

Dalam memaksimalkan fungsi jalan tol melalui pengelolaan yang berkelanjutan, diperlukan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antarkementerian seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Perhubungan.

Penilaian pengelolaan jalan tol Berkelanjutan akan dimulai pekan depan dan hasilnya akan diumumkan pada 3 Desember 2019.

Sudirman menjelaskan bahwa penilaian terhadap 54 badan usaha jalan tol (BUJT) ini bukanlah perlombaan yang akan menghasilkan juara.

"Jadi, ini bukan lomba, tetapi mengajak kebersamaan dalam pengelolaan jalan tol berkelanjutan. Yang terbaik itu bisa lima, bisa 10, bisa tidak ada, atau bahkan semua," katanya.

Pengamat tata kota Yayat Supriatna mengatakan bahwa publik harus menerima pelayanan yang maksimal ketika menggunakan jalan tol. Pasalnya, hal itu yang menjadi keunggulan jalan tol dibandingkan dengan jalan arteri.

"Kalau di jalan arteri, mau komplain tidak ada yang memperhatikan. Namun, kalau di jalan tol itu pasti bisa karena ada pelayanan di dalamnya," ujarnya.

Dengan mengakses jalan tol, lanjutnya, para pengguna harus mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan. Pasalnya, jalan tol adalah produk dari korporasi yang mengutamakan pelayanan maksimal kepada para pelanggannya.

Pengelolaan jalan tol yang berkelanjutan menjadi kunci untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya pelayanan di ruas tol, tetapi hingga mencakup tempat istirahat dan pelayanan (rest area).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol penilaian
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top