Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemendag Minta Bea Masuk Bahan Baku TPT Asal India Diturunkan Jadi 0%

Kementerian Perdagangan mengusulkan penetapan bea masuk terhadap sejumlah produk hulu dan bahan baku tekstil & produk tekstil (TPT) asal India menjadi 0%.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  19:25 WIB
Serat rayon -
Serat rayon -

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan mengusulkan penetapan bea masuk terhadap sejumlah produk hulu dan bahan baku tekstil & produk tekstil (TPT) asal India menjadi 0%.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di sela-sela perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di ICE BSD, Banten, Kamis (17/10/2019).

Enggar berargumen, penurunan bea masuk terhadap produk TPT hulu asal Negeri Bollywood tersebut perlu dilakukan agar produk minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya asal Indonesia dapat terjaga akses pasarnya di India.

Di sisi lain, India pun menuntut agar Indonesia menerapkan kebijakan tarif yang sama dengan China terkait dengan bea masuk produk hulu TPT dalam kerangka Asean-China Free Trade Area (ACFTA).

“Mereka ingin level of playing field yang sama dengan China di sektor TPT. Saya pikir tidak masalah karena mereka sudah menuruti mau kita dengan menyamakan perlakuan dalam hal bea masuk untuk CPO dan produk turunan kita dengan Malaysia,” ujarnya.

Mendag menyebutkan selama ini sejumlah produk bahan baku dan produk hulu TPT asal India rata-rata dikenakan bea masuk 5%. Sementara itu, produk serupa dari China dikenai bea masuk 0% lantaran adanya ACFTA.

Dia mengaku telah mengkomunikasikan rencana penurunan bea masuk tersebut dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dia juga siap melaporkan rencana tersebut kepada Asean, lantaran Indonesia saat ini tergabung dalam pakta kerja sama Asean-India Free Trade Area (AIFTA).

Bagaimanapun, dia mengaku tidak dapat menyebutkan detail produk apa saja dari India yang akan dikenai bea masuk 0%. Dia mengatakan produk itu bisa berupa kapas, serat maupun benang. Hanya saja dia mengaku tidak terlalu hafal dengan harmonized code (HS) dari produk-produk yang akan dilonggarkan impornya tersebut.

Adapun, untuk mengeksekusi kebijakan itu, dia mengaku akan berkomunikasi dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

“Kami akan tanyakan dahulu ke API, produk apa saja yang bisa kita berikan bea masuk 0% dari India. Namun yang pasti kami ingin produk tersebut adalah yang belum mampu kita produksi secara maksimal di dalam negeri,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tekstil Industri Tekstil industri tpt tpt
Editor : Wike Dita Herlinda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top