Kurangi Limbah Plastik, Pemanfaatan Recycle Content Perlu Didorong

Ppemanfaatan limbah plastik yang didaur ulang untuk produk kemasan mulai bertumbuh di kalangan produsen.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  09:36 WIB
Kurangi Limbah Plastik, Pemanfaatan Recycle Content Perlu Didorong
Ilustrasi - phys.org

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) meminta pemerintah mendorong pemanfaatan bahan baku plastik daur ulang (recycle content) bagi produsen.

Ketua Aspadin Rachmat Hidayat mengatakan saat ini pemanfaatan limbah plastik yang didaur ulang untuk produk kemasan mulai bertumbuh di kalangan produsen. Hal itu terutama meningkat untuk produksi botol plastik daur ulang atau recycled polyethylene (r-PET).

Menurutnya, tren itu perlu didorong agar recycle content produk berkembang. Selain itu, seluruh pemangku kepentingan juga perlu mensosialisasikan lebih masif sistem pengelolaan sampah plastik ke masyarakat.

"Harapan kami recycle content terus menerus tumbuh, tapi kami tidak punya informasi persisnya berapa besar pemanfaatan limbah plastik. Yang pasti sudah muluai tumbuh dan itu yang harus didorong dengan kebijakan dan peraturan yang kondusif, serta edukasi," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Rachmat menilai peningkatan recycle content menjadi salah satu pilihan lantaran hingga saat ini pemenuhan bahan baku plastik masih didukung dengan importase. Di sisi lain, peningkatan recycle content oleh produsen ini bisa menepis sentimen antiplastik yang berkembang.

Menurutnya, kampanye tersebut kian masif, kendati motifnya keliru. Pasalnya, permasalahan utama yang dihadapi Indonesia adalah pengelolaan sampah plastik, bukan penggunaan kemasan plastik.

Buktinya, kata Rachmat, saat ini konsumsi plastik nasional masih jauh lebih rendah ketimbang sejumlah negara tetangga, terutama Malaysia, Thailand, dan Singapura. Konsumsi plastik per kapita Indonesia, katanya, mencapai 18 kilogram per tahun, sedangkan negara-negara tetangga tersebut lebih dari 40 Kg per tahun.

"Tapi apakah mereka punya problem dengan sampah plastik? Tidak. Mereka tak punya problem dengan pemakaian yang banyak, sedangkan kita dengan pemakaian lebih sedikit, punya problem besar."

Trijono Prijosoesilo, Steering Committee Asosiasi Kemasan dan Daur Ulang Untuk Lingkungan Berkelanjutan di Indonesia (PRAISE Indonesia), menjelaskan recycle content sebenarnya telah menjadi perhatian para perusahaan multinasional sejak lama. Peningkatan kandungan bahan baku daur ulang pada produk pun menjadi keharusan bagi para pelaku usaha tersebut.

Namun, dia mengakui sejauh ini pemanfaatan itu belum masif dilakukan oleh palaku usaha lokal. Oleh karena itu, dia melihat perlu upaya bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas pemanfaatan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
daur ulang, Sampah Plastik

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top