Reinkarnasi Petral Hadir Lagi di Singapura? Ini Pernyataan Pertamina

Pertamina memastikan perusahaan bernama Pertamina International Marketing and Distribution Pte Ltd (PIMD) punya tujuan bisnis berbeda dibandingkan dengan Pertamina Energy Trading Limited (Petral).
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  13:14 WIB
Reinkarnasi Petral Hadir Lagi di Singapura? Ini Pernyataan Pertamina
PT Pertamina Energy Trading Ltd. - fiskal

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pertamina (Persero) kembali membuka  kantor pemasaran dan perdagangan produk bahan bakar minyak di Singapura dengan bendera Pertamina International Marketing and Distribution Pte Ltd.

Tidak ingin membuat publik khawatir, PT Pertamina memastikan perusahaan bernama Pertamina International Marketing and Distribution Pte Ltd (PIMD) punya tujuan bisnis berbeda dibandingkan dengan Pertamina Energy Trading Limited (Petral).

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, PIMD merupakan trading arm yang dibentuk untuk menangkap peluang bisnis pasar bunker di Asia Tenggara, terutama di Singapura.

"PIMD juga ditugaskan untuk masuk ke pasar regional dengan membangun bisnis retail untuk memperkenalkan produk Pertamina secara global," tuturnya kepada Bisnis.com, Rabu (9/10/2019).

Fajriyah menjelaskan PIMD mulai beroperasi pada September lalu, dan fokusnya untuk menambah pendapatan melalui penjualan produk BBM di luar indonesia. Dia menampik, kalau PIMD dijadikan wadah mencari produk untuk memenuhi permintaan dalam negeri.

Sejauh ini, fungsi pemenuhan kebutuhan minyak mentah dalam negeri yang diolah di kilang-kilang Pertamina tetap dilakukan oleh divisi Integrated Supply Chain.

"[PIMD] adalah perusahaan, bukan direktorat. [tugasnya] Jualan, bukan ekspor. Saya tegaskan berbeda dengan Petral," tambahnya.

Sebelumnya, seperti dikutip Reuters, Managing Director Pertamina International Marketing and Distribution Pte Ltd Agus Witjaksono mengatakan unit baru ini punya fungsi berbeda sama sekali dari pendahulunya.

Menurutnya, Petral berurusan dengan pengadaan, dan membeli minyak mentah untuk permintaan domestik. "Tetapi kami fokus pada penjualan produk Pertamina secara komersial," katanya.

PIMD akan menjual bahan bakar untuk bunker kapal, dan juga akan masuk pasar ritel di Filipina, Thailand dan Myanmar. Agus juga mengatakan bahwa PIMD akan melakukan perdagangan LPG di wilayah tersebut.

"Kami ingin mendapat keuntungan dengan adanya IMO [International Maritime Organization] 2020. Pertamina punya BBM dengan sulfur rendah," ujarnya.

Dalam penelusuran Bisnis.com, sebelum menjabat sebagai Managing Director PIMD, Agus pernah menjabat sebagai VP Supply & Export Operation ISC (Juli 2017 - sekarang), dan Head of Trading Pertamina Energy Service Pte Ltd (Juli 2015 - Desember 2015).

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmi Radhi punya kekhawatiran lain. Menurutnya, kapasitas jualan MFO 380 milik Pertaminauntuk BBM kapal laut dan produk pihak ketiga ke pasar international, masih sangat kecil.

"Ujung-ujungnya, PIMD hanya akan melakukan impor LPG, yang rawan menjadi sasaran mafia migas untuk berburu rente seperti yang terjadi pada Petral," katanya, saat dihubungi Bisnis.com.

Dia menambahkan dengan kondisi pertumbuhan impor LPG, dikhawatirkan PIMD dimanfaatkan pemburu rente untuk mengambil untung atas aktivitas tersebut. "Kalau Petral itu premium, sementara PIMD itu LPG," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Petral, mafia migas

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top