Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsesi RAPP Disegel KLHK, Ini Tanggapan APRIL Group

APRIL Group tak menampik sebagian lahan anak perusahaannya, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP), terbakar pada tahun ini. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  19:12 WIB
Kebakaran hutan dan lahan perkebunan sawit rakyat terjadi di sejumlah tempat di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai Riau, Senin (25/2/2019). - ANTARA/Aswaddy Hamid
Kebakaran hutan dan lahan perkebunan sawit rakyat terjadi di sejumlah tempat di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai Riau, Senin (25/2/2019). - ANTARA/Aswaddy Hamid

Bisnis.com, JAKARTA — APRIL Group tak menampik sebagian lahan anak perusahaannya, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP), terbakar pada tahun ini. 

Hal tersebut disampaikan Deputy Director Corporate Communication APRIL Group Anita Bernardus menanggapi konsesi RAPP yang masuk ke dalam daftar 64 lahan konsesi yang disegel Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

"Saat ini, kami masih menunggu proses penyelidikan lebih lanjut dari KLHK," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (1/10/2019).

Namun, dia menegaskan APRIL Group telah melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Korporasi milik Sukanto Tanoto ini telah menginvestasikan lebih dari US$9 juta, termasuk dua helikopter, dua airboat, 39 menara pengintai, 482 pompa air, dan pelatihan pemadam kebakaran untuk 724 sukarelawan di 39 desa di Riau.

Perusahaan, kata Anita, juga memiliki 920 anggota tim respons cepat, termasuk 260 pemadam kebakaran profesional. 

Tahun lalu, APRIL Group membangun pusat koordinasi kebakaran yang terletak di area operasi produksi perusahaan. Hal itu untuk mendukung manajemen kegiatan pemantauan dan penanggulangan kebakaran di semua konsesi APRIL Group dan mitra pemasok. 

Pihaknya juga mengimplementasikan pemantauan hotspot satelit canggih dari dua sistem berbasis NASA, satelit NOAA dan MODIS yang menunjukkan anomali termal dalam area 1,1 km2.

"Hingga saat ini, personel tim respons cepat RAPP tetap siaga untuk cepat tanggap dan aktif di lapangan, bekerja sama dengan BPBD, Manggala Agni, TNI/Polri, dan masyarakat setempat," tegas Anita.

Selain itu, tambah Anita, perusahaan juga memiliki program kemitraan dengan masyarakat melalui program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutan kebakaran hutan
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top