Hong Kong Masuki Bisnis Jalan Tol di Indonesia Melalui Perusahaan Ini

PUPR sudah mendapat laporan terkait dengan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat saham milik PT Waskita Toll Road pada dua perusahaan tol, yakni PT Jasamarga Solo Ngawi dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  17:35 WIB
Hong Kong Masuki Bisnis Jalan Tol di Indonesia Melalui Perusahaan Ini
Kendaraan keluar Gerbang Tol Kertosono-Mojokerto Seksi 1 di Desa Tembelang, Jombang, Jawa Timur, Jumat (12/6). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Investor asing siap merambah ke bisnis jalan bebas hambatan seiring dengan kesepakatan jual beli saham bersyarat antara PT Waskita Toll Road dan perusahaan berbasis di Hong Kong, Road King Infrastructure Ltd.

Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapat laporan terkait dengan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat saham milik PT Waskita Toll Road pada dua perusahaan tol, yakni PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK). Perjanjian tersebut ditandatangani pada Senin (30/9/2019).

"Setelah Cipali [Cikopo—Palimanan] kan Waskita baru mau laporan [terkait dengan perubahan pemegang saham]," ujarnya, Selasa (1/10/2019).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan bahwa peralihan saham di JSN dan JNKK belum final karena kesepakatan baru sebatas CSPA atau conditional sales and purchase agreement.

"Mereka akan buat laporan kalau SPA [sales and purchase agreement]. Jadi, kita tunggu saja," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (1/10/2019).

Dia menambahkan bahwa setelah perjanjian jual beli tuntas, badan usaha jalan tol akan membuat laporan perubahan pemegang saham.

Dalam hal ini, JSN dan JNKK akan melaporkan perubahan pemegang saham bila proses jual beli saham telah rampung.

Sampai denagn berita ini diturunkan, Direktur Utama WTR Herwidiakto belum merespons pertanyaan yang dilayangkan Bisnis ihwal penjualan saham perseroan di JSN dan JNK.

Sebelumnya, pada Jumat (27/9/2019, Danang mengatakan bahwa proses divestasi bisa rampung pada Senin (30/9/2019).

PT Waskita Toll Road memiliki 40 persen saham di JSN dan JNKK. JSN merupakan operator jalan tol Solo—Ngawi (90,43 kilometer), sedangkan JNKK mengelola jalan tol Ngawi—Kertosono (87 kilometer). Kedua jalan tol sudah beroperasi penuh pada 2018 dan menjadi bagian dari koridor Trans-Jawa.

Di lain pihak, Road King Infrastructure bukan pemain baru di bisnis jalan tol. Berdasarkan informasi dari laman perseroan, Road King mengelola lima ruas tol sepanjang 340 kilometer di China sejak 1993. Portofolio jalan tol ini tersebar di empat provinsi, yakni Anhui, Shanxi, Hebei, dan Hunan.

Kelima ruas yang dikelola Road King yaitu Changsha-Yiyang Expressway (69 kilometer), Ma’anshan—Chaohu Expressway (36 kilometer), Yuci Longbai Village – Chengzhao (72 kilometer), Baoding—Tianjin Expressway (105 kilometer), dan Tangshan—Tianjin Expressway (58 kilometer).

Pada 2018, pendapatan Road King dari bisnis jalan tol mencapai 3,07 miliar renminbi atau setara Rp6,12 triliun. Lalu lintas harian rata-rata (LHR) di lima jalan tol yang dikelolanya pada tahun lalu mencapai 259.000 kendaraan atau tumbuh 11 persen dibandingkan dengan posisi 2017.

Dalam catatan Bisnis, divestasi saham Waskita Toll Road di JSN dan JNKK memperpanjang daftar investor asing baru di sektor jalan tol.

Sebelumnya, Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB) juga mengumumkan transaksi jual beli 55 persen saham PT Lintas Marga Sedaya (LMS), operator jalan tol Cikopo—Palimanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hong kong, divestasi, waskita toll road

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top