Sekjen DEN : Over Kuota Solar Bersubsidi Tidak Jadi Masalah

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto tidak mempermasalahkan jika nantinya ada over kuota penyaluran solar bersubsidi tahun ini.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  19:46 WIB
Sekjen DEN : Over Kuota Solar Bersubsidi Tidak Jadi Masalah
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke truk tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/12/2018). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto tidak mempermasalahkan jika nantinya ada over kuota penyaluran solar bersubsidi tahun ini.

Menurutnya, over kuota penyaluran bukan suatu masalah. Pasalnya, hal tersebut sudah terjadi hampir setiap tahun. Meskipun demikian, dia tidak memastikan apakah pemerintah atau PT Pertamina (Persero) yang akan menanggung biaya akibat over kuota tersebut.

"Solar subsidi berapa? Per liter sekitar Rp1.000 sampai Rp2.000, tinggal berapa kelebihannya kali per liternya, selesai. Dari tahun ke tahun over kuota tidak ada masalah," katanya, Selasa (1/10/2019).

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap mewajibkan Pertamina untuk menyalurkan minyak solar bersubsidi pada tahun ini tanpa melakukan pembatasan distribusi.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan hingga hingga saat ini belum ada permasalahan terkait penyaluran solar nonsubsidi meskipun kuota penyaluran yang tersisa tinggal 20% lagi.

Menurutnya, pemerintah masih akan menjalankan penyaluran solar bersubsidi tanpa pembatasan distribusi.

"Langka [atau] tidak, sekarang kita jalankan dulu, insyaallah. Berpikir yang optimis lah," katanya.

Adapun pada 2019, kuota Jenis BBM tertentu (JBT) atau minyak solar bersubsidi pada 2019 secara nasional adalah sebesar 14,5 juta kiloliter (KL) atau lebih rendah 7,17% dibandingkan kuota tahun lalu yang sebesar 15,62 juta KL dan lebih rendah 6,9% dari realisasi tahun lalu sebanyak 15,58 juta KL.

Berdasarkan perhitungan Januari hingga 25 September 2019, realisasi penyaluran solar bersubsidi telah mencapai 11,6 juta KL atau 80,46% dari kuota yang ditetapkan. Normalnya, pada periode tersebut, realisasi sekitar 73,42% dari kuota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, solar bersubsidi, kementerian esdm

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top