Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemakzulan Presiden Trump Belum Tentu Perbaiki Tensi Perang Dagang

Dinamika politik Amerika Serikat seiring isu pemakzulan Presiden Donald Trump oleh para senator belum tentu memberi efek pada penurunan perang dagang.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 27 September 2019  |  19:03 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping saat menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping saat menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, DENPASAR -- Dinamika politik Amerika Serikat seiring isu pemakzulan Presiden Donald Trump oleh para senator belum tentu memberi efek pada penurunan perang dagang.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan kemungkinan pemakzulan Donald Trump masih sangat jauh. Menurut dia, Partai Republik juga masih dominan dalam senat sehingga kasus ini belum tentu mengubah kebijakan AS dalam perang dagang.

"Trump ini sejak 2016 jadi faktor risiko global penyebab volatilitas," kata Andry di The Anvaya Bali, Jumat (27/9/2019).

Dia menilai, jika pun terjadi pemakzulan Trump sebagai orang nomor satu di negara Paman Sam, dunia belum memiliki bayangan siapa penggantinya. Oleh sebab itu, dampaknya terhadap perang dagang masih sangat kecil.

Hal senada diungkapkan juga oleh Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana. Wahyu mengatakan belum ada kepastian pengganti Trump nantinya akan menghapus semua kebijakan tarif yang diberlakukan dalam perang dagang.

"Tidak ada jaminan soal akan dikembalikannya tarif dengan China," kata Wisnu.

Wisnu menyatakan ada peluang besar bagi siapa pun pengganti Trump untuk melanjutkan kebijakan tersebut. Lagipula, sebelum ada isu pemakzulan atas Trump, saat Pilpres AS pada November 2020 tidak ada kepastian perang dagang akan berhenti.

"Kita cuma bayangkan, kita bukan ahli struktur pelaku pasar AS seperti apa, culture-nya, cuma perang dagang ini membuat pergeseran pelaku usaha," ujar Wisnu.

Wisnu menilai dengan terlanjurnya relokasi sejumlah pelaku usaha akibat perang dagang, akan sulit menakar nasib relokasi sejumlah pelaku usaha, jika dinamika ini kembali normal. 

"Kalau tiba-tiba damai bagaimana sektor usaha yang pindah, relokasi, ya bagaimana? Sulit juga," tutur Wisnu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China Donald Trump
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top