Tampil Beda, Wamen ESDM Resmikan Enam Titik BBM Satu Harga di Nias

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar tampil beda saat meresmikan enam lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dipusatkan di Gunung Sitoli, Kepulauan Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (26/9/2019).
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 26 September 2019  |  16:51 WIB
Tampil Beda, Wamen ESDM Resmikan Enam Titik BBM Satu Harga di Nias
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meresmikan enam lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dipusatkan di Gunung Sitoli, Kepulauan Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (26/9/2019). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar tampil beda saat meresmikan enam lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dipusatkan di Gunung Sitoli, Kepulauan Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (26/9/2019).

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Arcandra tampak menggunakan Baru Oholu atau pakaian laki-laki adat suku Nias dengan warna merah dominan. Adapun lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dilakukan oleh Arcandra merupakan titik ke 152 - 157 dari total 170 titik yang akan dibangun tahun ini.

Arcandra mengatakan lembaga penyalur BBM Satu Harga yang diresmikan hari ini berlokasi di Kepulauan Nias Selatan, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Asmat, Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

"Kenapa kita mencanangkan program BBM Satu Harga, ini sesuai dengan amanat presiden di awal pemerintahan. Beliau mencanangkan membangun dari pinggiran," katanya melalui keterangan resmi, Kamis (26/9/2019).

Menurutnya, salah satu tantangan pembangunan di pinggiran adalah penyediaan sumber energi yang terjangkau untuk seluruh masyarakat. Arcandra menegaskan program BBM Satu Harga merupakan sarana untuk menggerakkan ekonomi masyarakat setempat sehingga akan memberikan multiplier effect terhadap kemandirian ekonomi di daerah.

Selain itu, BBM Satu Harga juga membuktikan negara hadir di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dengan begitu, masyarakat yang tinggal di wilayah 3T mendapatkan akses BBM yang sama seperti dengan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau besar seperti Jawa, Bali dan Sumatera.

Sebelumnya, untuk Kepulauan Nias sendiri telah dibangun enam lembaga penyalur BBM satu harga dengan rincian dua penyalur pada 2017 dan empat penyalur pada 2018.

Tahun ini, sebanyak 39 lembaga penyalur ditargetkan beroperasi. Adapun 38 lembaga penyalur oleh PT Pertamina (Persero) dan satu lembaga penyalur oleh PT AKR Corporindo Tbk.

Hingga saat ini penyalur BBM Satu Harga yang telah beroperasi sebanyak 167 penyalur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Arcandra Tahar, bbm satu harga

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top