E2eCommerce Indonesia Pamerkan Solusi IoT bagi Industri Perdagangan

Berdasarkan penelitian Google dan Temasek, belanja online di Indonesia diperkirakan tumbuh 21 persen setiap tahun dan mencapai 119 juta pembeli online pada 2025.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 26 September 2019  |  11:36 WIB
E2eCommerce Indonesia Pamerkan Solusi IoT bagi Industri Perdagangan
Ilustrasi e-commerce - CC0

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Omni eComm Expo bekerja sama dengan Asosiasi IoT Indonesia menggelar pameran e2ecommerce Indonesia in collaboration with IoT Makers Creation, memamerkan sejumlah solusi Internet of Things (IoT) untuk industri perdagangan digital yang mampu meningkatkan pendapatan bersih.

Solusi yang ditawarkan berkaitan dengan produk-produk baru mengenai volume data besar (big data), pemasaran digital, aplikasi gawai, solusi lintas batas, manajemen logistik, solusi pembayaran, dan lainnya.

e2eCommerce Indonesia memperlihatkan manfaat koneksi internet yang bertujuan untuk membantu para pebisnis memanfaatkan pendekatan terintegrasi untuk mengubah pengalaman pelanggan dari yang tidak terkoneksi ke internet (luring) menjadi terkoneksi ke internet (daring).

Berdasarkan penelitian Google dan Temasek, belanja online di Indonesia diperkirakan tumbuh 21 persen setiap tahun dan mencapai 119 juta pembeli online pada 2025.

Pada edisi yang ke-empat ini, e2eCommerce Indonesia mengedepankan rangkaian produk yang unik dengan menyediakan lebih banyak pilihan bagi industri untuk mengimplementasikan proses bisnis yang lebih pintar.

Bertemakan "Be Digital-Go Global", e2eCommerce Indonesia mendorong bisnis lokal untuk memperkuat inti bisnis dan merealisasikan potensi berekspansi secara global, dengan memanfaatkan peta jalan pengembangan e-commerce nasional dan memanfaatkan IoT, khususnya Smart Retail dan Smart Logistics.

Direktur PT Omni eComm Expo James Boey menilai e-commerce mengalami peningkatan dan peluang pemanfaatan pertumbuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu, acara ini diharapkan dapat membantu komunitas bisnis lokal dan mempersiapkan kompetensi global yang mempercepat ekspansi regional.

"Kami percaya bahwa kehadiran ini penting untuk melengkapi program pilihan e2eCommerce Indonesia untuk membantu perusahaan mengembangkan dan menghadirkan kapabilitas baru secepat mungkin," katanya di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya menyatakan pengenalan dampak potensial loT pada pameran ini merupakan momen tepat. Bakat lokal penggagas loT akan terpapar saat memamerkan kontribusi mereka untuk proses industri dalam berbagai aspek e-commerce, ritel, dan logistik.

Dia menuturkan potensi loT yang luas memungkinkan pemrosesan data lebih cepat dan pergerakan informasi lebih aman untuk personalisasi pengalaman e-commerce.

"Hal ini membuka peluang perusahaan untuk memperluas kategori produk. Hampir semua di dunia ini terhubung melalui internet dan pengalaman apa yang lebih baik untuk diberikan kepada pelanggan selain pengalaman menyenangkan berbelanja online dengan keajaiban loT," ujar Teguh.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia telah mengakui dampak signifikan loT pada industri dan telah berkomitmen untuk mengembangkan loT melalui inisiatif Making Indonesia 4.0. loT Makers Creation 2019 adalah salah satu program untuk mendorong penciptaan solusi berbasis loT dari talenta lokal.

Rangkaian acara telah diadakan di 10 kota selama April-Juli 2019 untuk menemukan para talenta, dan puncak dari program adalah upacara penghargaan bagi para pemenang pada hari kedua pameran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce, Internet of Things

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top