Transaksi Dagang El Tumbuh Signifikan, Ditjen Bea Cukai Bersiaga

Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan bahwa transaksi di Indonesia tumbuh dari US$1,7 miliar pada 2015 menjadi US$12,2 miliar pada 2018.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 16 September 2019  |  16:44 WIB
Transaksi Dagang El Tumbuh Signifikan, Ditjen Bea Cukai Bersiaga
Belanja online - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menyatakan transaksi e-commerce atau dagang-el di Indonesia tercatat paling tinggi dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya.

Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan bahwa transaksi di Indonesia tumbuh dari US$1,7 miliar pada 2015 menjadi US$12,2 miliar pada 2018.

"Transaksi ini menjadikan pertumbuhan pasar digital Indonesia yang terbesar dan tercepat di Asia Tenggara," kata Heru Pambudi dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Senin (16/9/2019).

Dari data yang dikumpulkan otoritas kepabeanan, transaksi digital tidak hanya memperdagangkan barang berwujud fisik. Perkembangan teknologi memungkinkan data untuk diperjualbelikan (Digital Goods), bahkan komoditas yang sebelumnya dijual secara fisik sekarang didistribusikan & dijual secara digital (majalah & koran).

Dengan perkembangan tersebut, dia mewanti-wanti kepada jajarannya, supaya siap dalam menghadapi perubahan ini. Apalagi saat ini, impor barang konsinyasi didominasi oleh penjualan melalui e-commerce dengan rata-rata pertumbuhan dokumen impor terkait e-commerce adalah 10,55% per bulan.

Adapun secara peraturan, Indonesia telah mengantisipasi adanya ekonomi digital sebagaimana tertuang dalam Pasal 8b ayat 2 Undang-Undang Pabean No.17 tahun 2006.

Pasal itu menjelaskan bahwa pengiriman peranti lunak atau data elektronik untuk impor atau ekspor dapat dilakukan melalui transmisi elektronik.

Dalam konferensi tingkat kementerian yang diadakan oleh World Trade Organization (WTO) pada 13 desember 2017 di Argentina barang impor menggunakan transmisi elektronik tidak diberlakukan pengenaan bea masuk hingga tahun 2019.

Namun demikian, Heru Pambudi juga menegaskan bahwa yang tidak dikenakan bea masuk adalah barang yang dikirimkan melalui transmisi elektronik, bukan konten yang diserahkan secara elektronik (contoh: installer photoshop dalam bentuk kaset).

"Kerja sama dengan operator e-commerce pada pertukaran data akan membantu untuk melakukan manajemen risiko pengiriman secara efektif, dan efisien. Pertukaran data dapat dilakukan secara elektronik dan sebelum barang kiriman datang," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e commerce

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top