Rasio Elektrifikasi Natuna Capai 97 Persen

Rasio elektrifikasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, meningkat jadi 97 persen pascapenambahan infrastruktur kelistrikan di 10 pulau terdepan dan terluar daerah tersebut.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 24 September 2019  |  09:17 WIB
Rasio Elektrifikasi Natuna Capai 97 Persen
Taman Batu Alif - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Rasio elektrifikasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, meningkat jadi 97 persen pascapenambahan infrastruktur kelistrikan di 10 pulau terdepan dan terluar daerah tersebut.

Adapun 10 pulau yang sudah terlistriki, yakni Pulau Subi, Pulau Laut , Pulau Sabang Mawang, PulauTanjung Kumbik, Pulau Sededap, Pulau Panjang , Pulau Kerdau, Pulau Batu Berian, Pulau Seluan, dan Pulau Selaut yang mencakup 32 desa. Saat ini seluruh desa tersebut telah menikmati listrik dari PT PLN (Persero).

Secara keseluruhan, Natuna memiliki 154 pulau dengan 27 pulau berpenghuni. Sebelumnya, baru ada empat pulau saja yang terlistriki, yakni Natuna, Sedanau, Midai, dan Serasan. Setidaknya baru 44 desa dari 76 desa yang warganya menikmati listrik PLN dengan rasio elektrifikasi sebesar 63 persen.

Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan tantangan dan hambatan untuk melistriki 10 pulau dan penambahan 32 desa tidak mudah. Namun, berkat semangat dan energi optimisme PLN serta kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah, upaya untuk mewujudkan elektrifikasi di pulau terdepan dan terluar sebagai perbatasan negara dapat diwujudkan.

"Hadirnya listrik di sepuluh pulau yang tersebar di Kabupaten Natuna, sesuai dengan cita-cita mewujudkan SDM unggul karena listrik bisa meningkatkan geliat ekonomi dan sosial suatu daerah, juga berkontribusi tidak langsung terhadap pendidikan setempat," katanya melalui keterangan resmi, Selasa (24/9/2019).

Selain itu, dalam rangka ikut serta berkontribusi menjaga kedaulatan negara, PLN siapkan infrastruktur kelistrikan di Pulau Sakatung yang terletak di ujung utara Natuna sebagai pulau terdepan batas negara. Hal ini dilakukan untuk memberikan penerangan penjagaan di perbatasan. 

"Meski daya terpasang listrik yang disiapkan untuk melistriki pulau Sakatung tidaklah besar, saya optimistis untuk saat ini cukup membantu memberikan cahaya penerangan di malam hari sehingga satuan tugas pengamanan tapal batas negara bertugas semakin lancar dan tidak lagi harus meluangkan waktunya untuk mengoperasikan gensetnya karena pasokan listrik sudah dioperasikan oleh petugas PLN yang dinas di Pulau Sakatung," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, elektrifikasi

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top