Menteri Susi Ingatkan Tantangan Keamanan Laut di Masa Mendatang

Tantangan dan tekanan dalam pengelolaan sumber daya perikanan akan semakin besar seiring dengan kian ketatnya penanganan atas penangkapan ikan secara ilegal.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 17 September 2019  |  17:27 WIB
Menteri Susi Ingatkan Tantangan Keamanan Laut di Masa Mendatang
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengikuti rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Tantangan dan tekanan dalam pengelolaan sumber daya perikanan akan semakin besar seiring dengan kian ketatnya penanganan atas penangkapan ikan secara ilegal.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan bahwa mulai tahun depan tidak ada lagi toleransi atas kegiatan penangkapan ikan secara ilegal. Padahal, masih banyak banyak kapal di berbagai belahan dunia yang melakukan praktik ini.

“Ini artinya tantangan untuk kapal-kapal ikan ilegal yang beredar, berlayar di seluruh dunia, akan mencari rumah dan legalisasi. Tekanan untuk Indonesia membuka izin kapal-kapal ikan asing [untuk] kembali boleh menangkap di Indonesia juga akan sangat besar,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam rapat koordinasi Satgas 115, Selasa (17/9/2019).

Salah satu upaya legalisasi kapal asing terjadi di Ghana. Perusahaan atau investor asing membeli kapal-kapal produksi lokal serta mengakuisisi perusahaan lokal agar bisa masuk dan beroperasi. 

Hal ini, kata Susi, bisa saja terjadi di Indonesia di masa mendatang jika penegakan hukum tidak dilakukan secara tegas.

“Di Indonesia implikasinya sudah terjadi. Dalam dua tahun ini ada beberapa titik di Indonesia [seperti] di Sibolga, Bengkulu, Jambi, Kendal, beberapa wilayah Lampung juga ada indikasi pembangunan kapal-kapal trawl atau cantrang baru yang ukurannya juga masih besar-besar dan masif dan banyak. Ini juga salah satu modus mereka masuk,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan bahwa jika hal ini terjadi, seluruh capaian yang telah ditorehkan dan manfaat yang diperoleh masyarakat dari hasil penegakan hukum di laut dalam memberantas illegal fishing dan masuknya kapal asing akan kembali ke titik nol.

Oleh karena itu, dia berharap seluruh unsur penegak hukum yang tergabung dalam Satgas 115 bisa terus melanjutkan kerja sama melindungi laut Indonesia dari serbuan kapal asing ilegal, pemanfaatan alat tangkap tidak ramah lingkungan, dan penangkapan ikan yang bersifat eksploitatif.

“Indonesia penduduknya banyak, tanggung jawab kita memastikan mereka makmur dan sehat,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perikanan, Susi Pudjiastuti

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top