Kemenhub Anggarkan Rp300 Miliar untuk 3 Bandara di Jawa

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sedang mengembangkan Bandara Ngloram di Cepu, Bandara Dewadaru di Karimun Jawa, dan bandara di Sukabumi.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 13 September 2019  |  15:15 WIB
Kemenhub Anggarkan Rp300 Miliar untuk 3 Bandara di Jawa
Budi Karya Sumadi - Bisnis/Rinaldi M Azka

Bisnis.com, JAKARTA-- Kementerian Perhubungan mengalokasikan dana sekitar Rp300 miliar untuk mengembangkan tiga bandara yang selama ini dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sedang mengembangkan Bandara Ngloram di Cepu, Bandara Dewadaru di Karimun Jawa, dan bandara di Sukabumi. Adapun, desain bandara akan mengacu pada pemenang sayembara yang diadakan bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

"[Investasinya] setiap bandara kira-kira Rp100 miliar," katanya seusai membuka IndoTrans Expo, Jumat (13/9/2019).

Menhub menambahkan proses pembangunan bandara di Cepu saat ini masih dalam proses pembebasan lahan. Adapun, pembangunan terminal bisa dilakukan dan ditargetkan rampung pada akhir 2020.

Sementara itu, bandara di Karimun Jawa, saat ini sudah terbangun, tetapi akan direvitalisasi. Bangunan lama akan diganti dengan bangunan baru hasil desain pemenang sayembara. Proses pengerjaan bandara di Karimun Jawa itu diproyeksikan tuntas pada akhir 2021.

Budi Karya menuturkan bandara di Sukabumi sedang proses pembebasan lahan dan penyelesaian pembangunannya pada akhir 2022. Dana pembangunan ketiga bandara itu dari APBN, tetapi bisa juga dilakukan menggunakan skema Public Private Partnership (PPP).

Menhub menjelaskan pemilihan desain yang menjadi acuan pengembangan bandara pada tahun ini sedikit berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Selama ini desain dipilih melalui lelang dari pihak ketiga sesuai dengan kesesuaian konsep dan biaya.

Pada pelaksanaan kali ini, imbuhnya, desain diseleksi melalui sayembara. Selanjutnya kontraktor yang melaksanakan pembangunan dipilih melalui tender.

Menurutnya, langkah Kemenhub tersebut bisa memberikan beberapa manfaat. Pertama, menjadi sarana aktualisasi diri bagi arsitek dalam negeri untuk mampu mengembangkan kemampuan khususnya desain bandara.

Kedua, hasil desain bandara yang dipamerkan bisa menjadi suatu karya seni untuk menstimulasi inovasi bagi arsitek muda. Ketiga, desain bandara bisa menonjolkan identitas khas daerah setempat masing-masing.

Sayembara desain bandara kali ini merupakan yang kedua setelah tahun lalu juga dilaksanakan sayembara untuk 3 bandara berbeda. Tahun depan, Kemenhub bakal kembali mengadakan sayembara desain bandara, terutama untuk bandara-bandara di wilayah Papua.

"Tahun depan mungkin ada beberapa di Papua, ada di Fakfak dan Nabire. Kita bangun juga, sekarang lagi penyelesaian tanah, tahun depan kita mulai dengan sayembara bangunan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara, menhub

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top