Habibie Jaga Indonesia Hadapi Krisis

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini juga menyatakan saat Habibie menjadi presiden dia telah mengendalikan krisis. 
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 12 September 2019  |  11:10 WIB
Habibie Jaga Indonesia Hadapi Krisis
Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi melayat almarhum Presiden Indonesia ke-3 BJ Habibie di kawasan Patra Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019). JIBI/Bisnis - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA - Independensi Bank Indonesia yang dimulai pada 1999 pascareformasi, merupakan langkah strategis dari mantan Presiden B.J. Habibie mencegah krisis berkepanjangan.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini juga menyatakan saat Habibie menjadi presiden dia telah mengendalikan krisis.

Caranya dengan menurunkan nilai tukar yang dramatis, melalui Bank Indonesia yang menjadi independen sehingga kesinambungan ekonomi menjadi normal.

Melalui Undang-Undang Bank Indonesia Nomor 23 yang terbit pada 1999, pondasi bank sentral menjadi lebih kuat. Utamanya dalam tugas utama menjaga nilai tukar.

"BI menerima tanggung jawab penuh menjaga nilai rupiah," ungkap Didik kepada Bisnis.com, Kamis (12/9/2019).

Dia menyatakan langkah Habibie telah membuat baik dalam menjaga inflasi. Maklum saja, saat krisis moneter 1998, nilai tukar rupiah menyentuh Rp16.800, sangat jauh dari nilai tukar awal Rp2.362 per dolar AS.

Habibie pun berhasil menjinakkan rupiah ke level Rp11.200 per dolar AS pada 20 Mei 1998, lalu menguat lagi menjadi Rp7.385 per dolar AS, pada 20 Oktober 1999. Rupiah akhirnya menyentuh level terkuat sebedar Rp6.550 per dolar AS pada 28 Juni 1999.

Seiring dengan stabilisasi kurs, kondisi tersebut telah membantu penurunan inflasi secara berkala. Maklum saja, pada 1998 inflasi menyentuh 77,6%.

"Itu semua dijalankan dengan baik untuk inflasi, nilai rupiah merosot terhadap dolar karena sektor riil di luar BI rapuh," pungkasnya.

Bisnis.com mencatat bahwa almahrum B.J. Habibie menjabat sebagai presiden ketiga RI menggantikan Soeharto. Dia adalah presiden masa integrasi Orde Baru ke era Reformasi.

Hal itu membuat pria kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan ini sebagai Bapak Demokratisasi Indonesia. Adapun kebijakan yang dikeluarkan tak sebatas pada bidang sosial, politik, dan hukum namun juga pada bidang ekonomi.

Insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung ini menduduki RI 1 dengan mewarisi kondisi krisis moneter Asia yang berimbas pada krisis moneter di Indonesia.

Namun dengan gaya kepemimpinan yang demokratis, dia ikut mendorong independensi Bank Indonesia dan mengendalikan nilai tukar rupiah serta inflasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
habibie

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top