Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rencana Penghapusan PPN Kayu Bulat Jadi Angin Segar Industri Hilir

Rencana pemerintah untuk menghapus pajak pertambahan nilai (PPN) kayu bulat atau log yang saat ini dipatok 10 persen menjadi angin segar bagi industri kayu hilir. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 11 September 2019  |  15:07 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana pemerintah untuk menghapus pajak pertambahan nilai (PPN) kayu bulat atau log yang saat ini dipatok 10 persen menjadi angin segar bagi industri kayu hilir. 

“Di tengah suasana industri plywood yang sedang turun kinerjanya saat ini, penghapusan PPN log akan sangat membantu cash flow mereka [pengusaha plywood],” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo kepada Bisnis, Selasa (10/9/2019).

Adapun, produksi plywood dan laminated veneer lumber (LVL) per 11 Juli 2019 berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tercatat mencapai 1,7 juta m3 . Tahun lalu, realisasi produksi kedua produk olahan kayu itu mencapai 4,26 juta m3. 

Dengan dihapusnya PPN, menurut Indroyono, industri kayu hilir menjadi bergairah dan berupaya meningkatkan produksi serta menggenjot ekspor mereka. 

“Sudah pasti, dengan lebih banyak dibutuhkan bahan baku kayu log, ini berarti sektor industri hulu kayu juga menjadi bergairah pula,” tuturnya. 

Sebelumnya, Indroyono sempat mengatakan bahwa terkoreksinya nilai ekspor plywood dan kayu gergajian (woodworking) berdampak pada turunnya permintaan kayu bulat di pasar domestik. APHI mencatatkan, produksi kayu bulat atau log pada periode Januari—Juni 2019 sekitar 19,89 juta m3.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kayu klhk
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top