Perbaiki Ekosistem Investasi, Presiden Jokowi Intensifkan Rapat

Setidaknya pada awal September 2019, Jokowi telah menggelar dua rapat terbatas (ratas) mengenai investasi yakni Reformasi Perpajakan untuk Peningkatan Daya Saing Ekonomi dan Antisipasi Perkembangan Perekonomian Dunia pada 3 September dan 4 September 2019.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 11 September 2019  |  15:24 WIB
Perbaiki Ekosistem Investasi, Presiden Jokowi Intensifkan Rapat
Presiden Joko Widodo. - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo terus mengejar perbaikan ekosistem investasi demi meningkatkan penerimaan devisa sekaligus menggenjot penyerapan lapangan pekerjaan.

Dalam rapat terbatas mengenai ekosistem investasi, Presiden Jokowi menegaskan komitmennya dengan menggelar rapat khusus yang terkait investasi setiap dua minggu sekali.

"Seminggu dua kali kita akan rapat khusus menyelesaikan yang berkaitan dengan perbaikan ekosistem investasi terus menerus, sehingga betul-betul kita dapatkan putusan-putusan yang konkret sehingga perbaikan ekosistem investasi betul-betul kita peroleh," katanya di Kantor Presiden, Rabu (11/9/2019).

Setidaknya pada awal September 2019, Jokowi telah menggelar dua rapat terbatas (ratas) mengenai investasi yakni Reformasi Perpajakan untuk Peningkatan Daya Saing Ekonomi dan Antisipasi Perkembangan Perekonomian Dunia pada 3 September dan 4 September 2019.

Mengulang pidatonya pada ratas sebelumnya, dia juga menginstruksikan kementerian/lembaga terkait untuk menginvestarisasi perusahaan asing yang sudah berminat menanamkan modalnya di Indonesia tetapi harus tertunda akibat sejumlah kendala.

"Yang gede-gede [besar] banyak, yang sedang-sedang lebih banyak [realisasi investasi tertunda]. Tolong inventarisir semuanya. Dan saya minta dicek satu per satu masalahnya ada di mana," tekannya.

Selain itu, Jokowi juga menyatakan ketidakpuasannya atas implementasi Online Single Submission (OSS) yang diakuinya belum mampu menjawab persoalan rumitnya perizinan.

"Kita juga mulai penyederhanaan perizinan lewat OSS, tapi dalam faktanya itu belum cukup. Tidak cukup. Saya kira kita harus bisa lebih cepat lagi karena negara-negara pesaing kita, kompetitor-kompetitor kita berlomba-lomba, berbenah dengan tawaran yang lebih menarik berinvestasi," jelasnya.

Sejauh ini, dia mengemukakan pemerintah baru menyelesaikan pemangkasan birokrasi perizinan di tingkat pusat. Padahal, persoalan perizinan diakuinya juga masih ada di level kabupaten dan kota.

"Akhirnya saya minta perbaikan secara menyeluruh terhasap ekosistem investasi, mulai dari regulasi, perizinan, insentif perpajakan. Saya kira kemarin sudah memberikan sinyal positif, pertanahan sampai bidang ketenagakerjaan dan juga bidang keamanan," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, investasi, regulasi

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top