Kementan Percepat Kegiatan Padi dan Jagung 2019

Kementerian Pertanian optimistis luas tambah tanam padi bisa mencapai 1 juta hektare (ha) sepanjang September 2019.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 10 September 2019  |  20:08 WIB
Kementan Percepat Kegiatan Padi dan Jagung 2019
Seorang petani menunjukkan padi yang rusak akibat sawahnya mengalami kekeringan di Desa Kademangaran, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (24/6/2019). Menurut petani setempat, puluhan hektar sawah di daerah itu mengalami puso dan gagal panen akibat kesulitan mendapat pasokan air irigasi sehingga petani mengalami kerugian yang tidak sedikit. - ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian optimistis luas tambah tanam padi bisa mencapai 1 juta hektare (ha) sepanjang September 2019.

Kementan mengaku telah menyiapkan berbagai langkah preventif kemarau sehingga tetap tanam serta bersinergi dengan pemerintah daerah dan TNI. Selain itu, ada pula upaya percepatan pelaksanaan kegiatan, terutama penyaluran bantuan budi daya padi, jagung, dan kedelai.

"Pertemuan ini untuk membahas langkah bersama dengan Dinas Pertanian Provinsi, apa-apa saja yang perlu segera kita lakukan mengejar pertanaman di sisa akhir tahun ini, terutama di bulan September," ujar Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi pada Rapat Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Padi dan Jagung Tahun 2019 di Bogor seperti dikutip dari keterangan pers, Selasa (10/9/2019).

Suwandi menyebutkan sebagai langkah penanganan kemarau, Kementan menyiapkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Petani peserta AUTP yang terdampak puso bisa segera mengajukan klaim asuransi.

Adapun petani yang belum terlindungi asuransi ini, bisa mengajukan bantuan benih ke pusat.

Sementara itu, untuk tanaman padi yang masih aman, tetapi terancam kekeringan, pemompaan dijadikan sebagai jawaban. Kementan pun, kata Suwandi, telah menyiapkan bantuan biaya BBM berikut honor operatornya.

“Untuk meningkatkan kualitas pendataan bidang pertanian, kami mengingatkan perlunya pemetaan luas baku lahan menggunakan aplikasi ArcGis,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Serealia Bambang Sugiharto mengatakan realisasi kegiatan Direktorat Serealia masih jauh dari target awal September ini. Dengan demikian, diperlukan langkah-langkah percepatan kegiatan dan serapan anggaran mendekati akhir tahun.

Salah satunya, alokasi anggaran tumpangsari sebagian akan direvisi menjadi kegiatan padi dan jagung monokultur agar mempercepat realisasi pelaksanaan kegiatan.

“Jadi, provinsi silakan mengajukan usulan calon petani calon lokasi [CPCL] untuk kegiatan padi dan jagung. Jika usulannya sudah lengkap, maka besok sudah bisa dilakukan proses e-purchasing secara langsung dengan penyedia karena penyedia juga sudah kami hadirkan di acara rapat ini,” papar Bambang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kementan, padi

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top