KNKT : Pelaksanaan Aturan Lemah Picu Petaka di Perlintasan Sebidang

Ketua KNKT Soerjanto mengatakan kerap berulangnya kecelakaan tersebut menandakan apa yang diupayakan selama ini masih gagal, karena faktanya kecelakaan masih berulang.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 09 September 2019  |  06:13 WIB
KNKT : Pelaksanaan Aturan Lemah Picu Petaka di Perlintasan Sebidang
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (dari kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syaugi, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Arthur memberikan paparan saat konferensi pers proses evakuasi Lion Air JT 610 di Crisis Center, Jakarta, Senin (5/11/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyatakan kecelakaan di perlintasan sebidang masih kerap terjadi karena pelaksanaan berbagai aturan terkait masih rendah.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan, kerap berulangnya kecelakaan tersebut menandakan apa yang diupayakan selama ini masih gagal, karena faktanya kecelakaan masih berulang.

"Itu bukti apa yang dilakukan tidak efektif. Kami melihat perlintasan sebidang ada pemerintah ada juga pemerintah daerah dan ada juga PT Kereta Api Indonesia," katanya, Jumat (6/9/2019).

Dia menilai banyaknya aturan mengenai perlintasan sebidang ini tidak serta merta menaikan tingkat keselamatan di daerah tersebut.

Berdasarkan aturan, evaluasi perlintasan sebidang paling sedikit 1 tahun sekali oleh Ditjen Perkeretaapian yang berada di jalan nasional. "Ini kalau saya ke lapangan hampir tidak pernah terjadi, ada beberapa daerah yang peraturan menteri dibuat tetapi implementasinya tidak sesuai," tuturnya.

Dengan kondisi itu, berbagai permasalahan itu kerap terjadi berulang. Dia mengatakan pemenuhan aspek keselamatan dan managemen rekayasa lalu lintas perlu dioptimalkan.

Dia menyebutkan program pemerintah menghilangkan perlintasan sebidang adalah solusi terbaik tetapi membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit.

Belum lagi kemungkinan pergesekan dengan warga. Namun, Seorjanto meminta agar dalam pembangunan underpass atau fly over untuk membuat perlintasan tidak sebidang perlu melalui kajian keselamatan.

Dia mencontohkan beberapa daerah seperti Bumiayu dan Sidoarjo yang masih sering terjadi kecelakaan padahal perlintasan sudah tidak sebidang dan sudah memiliki palang kereta api. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
knkt, perlintasan sebidang

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top