APLN : Penjualan SOHO Pancoran Capai 80 Persen

Proyek mixed-use SOHO Pancoran berdiri di lahan seluas 7.700 meter persegi yang terdiri atas dua menara, yakni Splendor Wing dengan tinggi 30 lantai dan Noble Wing setinggi 20 lantai.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 09 September 2019  |  12:49 WIB
APLN : Penjualan SOHO Pancoran Capai 80 Persen
Soho Pancoran di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. - Sohopancoran,com

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan rintisan atau startup sedang menjadi tren di Indonesia akhir-akhir ini. Setiap tahun banyak startup baru bermunculan.

Hal ini mendasari Pengembang properti PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) meluncurkan perkantoran berkonsep SOHO (small office home office) di selatan Jakarta.

Seperti dikutip dari dailysocial.net, saat ini terdapat setidaknya lebih dari 1.500 startup lokal yang ada di Indonesia. Potensi pengguna internet di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun juga menjadi katalis mendirikan sebuah startup.

Makin pesatnya perkembangan bisnis startup ataupun bisnis berskala kecil dengan jumlah karyawan kurang dari 10—15 orang, tentunya membutuhkan berbagai fasilitas pendukung.

Salah satunya adalah lokasi kantor dan juga hunian bagi para pebisnis startup. Hal ini kemudian menjadi tantangan baru bagi para pelaku industri properti.

APLN berkomitmen untuk mendukung industri ini dengan menawarkan properti baru berkonsep SOHO yang terdiri atas dua sayap (wing) eksklusif di lokasi strategis koridor Pancoran, Jakarta Selatan.

GM Sales & Marketing SOHO Pancoran Herlina Tamblin mengatakan bahwa berdasarkan riset pasar startup, APLN memilih membangun proyek SOHO di dua tempat, yakni di kawasan Central Park, Jakarta Barat dan Pancoran, Jakarta Selatan.

“Lebih dari 50 startup berada di kawasan Slipi, Jakarta Barat sehingga kawasan ini kerap disebut Slipicon Valley, yang merujuk ke kawasan Silicon Valley di Amerika. Begitu juga dengan daerah Pancoran dan sekitarnya yang menjadi kantor puluhan bisnis startup,” ujar Herlina pada konferensi pers di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Herlina menambahkan bahwa SOHO Pancoran menawarkan unit properti yang bisa dimanfaatkan sebagai hunian, kantor, atau keduanya. Konsepnya menyerupai ruko (rumah toko) yang bernaung dalam bangunan vertikal. Hal inilah yang membedakan SOHO Pancoran dengan gedung perkantoran pada umumnya.

“Berbeda dengan ruko, SOHO tampil lebih elegan dan profesional dengan kelengkapan fasilitas yang sebanding atau bahkan melebihi gedung perkantoran konvensional,” ungkap Herlina.

Lebih lanjut Herlina menjelaskan bahwa dari sisi konsep, SOHO Pancoran merupakan jawaban atas kebutuhan residensial sekaligus bekerja di satu hunian. SOHO menjadi jawaban bagi para professional yang sangat menghargai waktu dan fokus bekerja di tempat tinggalnya. Konsep SOHO, menurutnya, sangat diminati di negara maju.

Menurut Herlina, kebutuhan hunian vertikal yang juga sekaligus sebagai lokasi bekerja di daerah Jakarta Selatan masih tinggi. Hal tersebut terbukti dengan sambutan positif dari pasar, yakni dengan total penjualan SOHO Pancoran yang telah mencapai 80 persen.

“Mayoritas pembeli yakni end-user dan akan difungsikan sebagai kantor,” ungkap Herlina.

 Proyek mixed-use SOHO Pancoran berdiri di lahan seluas 7.700 meter persegi yang terdiri atas dua menara, yakni Splendor Wing dengan tinggi 30 lantai dan Noble Wing setinggi 20 lantai.

Setiap unit yang ada di kedua menara tersebut memiliki luas 96 meter persegi sampai 132 meter persegi. Total unit yang disediakan untuk kedua wing ini adalah 346 unit, dengan Splendor Wing sejumlah 238 unit dan Noble Wing sejumlah 108 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
soho, apln, StartUp

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top