Target Produksi Minyak Indonesia 1 Juta Barel, Apa Bisa?

SKK Migas menyiapkan empat strategi yang perlu dilakukan untuk memastikan target produksi migas nasional tercapai.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 06 September 2019  |  18:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengungkapkan harapan produksi minyak nasional menyentuh 1 juta barel per hari di hadapan para investor migas.

Saat menyampaikan sambutan dalam upacara penutupan The 43rd IPA Convex 2019, Dwi menyatakan harapan agar produksi migas nasional kembali Berjaya.

Dwi mengatakan target produksi 1 juta barel per hari ini menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menjaga ketahanan energi nasional. Agar target itu bisa terealisasi, pemerintah pun menyiapkan beberapa langkah strategis.

Mantan Direktur Utama PT Pertamina itu pun mengungkapkan empat strategi yang perlu dilakukan untuk memastikan target produksi tersebut tercapai. Pertama, adanya era baru dalam keterbukaan data.

Belum lama ini, Kementerian ESDM menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data Minyak dan Gas Bumi sebagai pengganti Permen ESDM No. 27 Tahun 2006 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data yang diperoleh dari Survei Umum, Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.

Kedua, debirokratisasi di tubuh SKK Migas. Dwi mengatakan pihaknya berupaya aktif mempercepat segala macam pembahasan terkait pengembangan blok migas.  “Kedua, transformasi dari cadangan menjadi produksi. Kami berupaya aktif untuk mempercepat segala macam pembahasan,” tuturnya, Jumat (6/9/2019).

Ketiga, kegiatan pengurasan minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery/EOR). Dia menjelaskan penerapan EOR menjadi pilihan untuk menjaga penurunan laju produksi dari lapangan-lapangan migas yang sudah tua di Indonesia.

Keempat, mendorong eksplorasi. Selama tiga hari penyelenggaraan IPA Convex 2019, harus diakui salah satu isu sentral yang dibahas adalah mendorong eksplorasi. Dwi menambahkan adanya perspektif dari investor terkait eksplorasi ditambah dengan SKK Migas yang mempromosikan 10 potensi cadangan migas, diharapkan dapat dijadikan bahan kolaborasi.

"Kami juga butuh banyak investasi untuk mendorong efisiensi, dan mengoptimalkan produksi. Selain itu kami juga berupaya menghadirkan stabilitas investasi. Kami ingin terus membangun komunikasi yang lebih baik,” katanya.

Tahun ini, target produksi siap jual minyak APBN 2019 tercatat 775.000 bph, dengan begitu, pemerintah setidaknya perlu mencari tambahan produksi sekitar 225.000 bph untuk mencapai target lifting 1 juta bph.

Dengan kata lain, pemerintah wajib menemukan cadangan migas sekaliber Lapangan Banyuurip yang mampu memproduksi 225.000 bph. Dwi menambahkan akan memberikan penjelasan mengenai target produksi tersebut.

“Saya percaya, dengan adanya hari baru, akan ada harapan baru,” ungkapnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak, skk migas, dwi soetjipto

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top