JBC 500 kV Perkuat Sistem Kelistrikan Pulau Bali

Transmisi Jawa Bali Connection (JBC) 500 kV dinilai mampu mendukung sistem kelistrikan Pulau Dewata yang akan memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 400 megawatt (MW). 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 05 September 2019  |  17:58 WIB
JBC 500 kV Perkuat Sistem Kelistrikan Pulau Bali
Teknisi melakukan penggantian kabel listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Surabaya, Kamis (28/9). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA — Transmisi Jawa Bali Connection (JBC) 500 kV dinilai mampu mendukung sistem kelistrikan Pulau Dewata yang akan memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 400 megawatt (MW). 

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Nyoman Suwarjoni mengatakan PLTS merupakan satu-satunya pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang potensi pengembangannya paling besar di Bali. 

Sementara itu, berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2019 - 2028, potensi EBT yang dapat dikembangkan di Bali meliputi panas bumi sekitar 354 MWe, air 30 MW, gelombang laut 10 MW - 50 MW, dan surya 100 MW. 

Menurutnya, dengan rencana pengembangan pembangkit EBT di Bali, perlu ada penguatan sistem untuk mengantisipasi sifat intermiten (tidak stabil) dari pembangkit-pembangkit tersebut. JBC dinilai bisa menjadi tulang punggung sistem kelistrikan di Bali. 

Saat ini, daya mampu kelistrikan di Bali sebesar 1.320 MW yang dipasok dari PLTU Celukan Bawang 380 MW, kabel laut Jawa-Bali 400 MW, PLTDG Pesanggaran 182 MW, PLTG Pesanggaran 22 MW, dan pembangkit BBM 336 MW. Tercatat beban puncak sistem tenaga listrik tertinggi di Bali terjadi pada Februari 2018, yakni sebesar 900,1 MW. 

Kementerian ESDM menargetkan daya mampu pasok listrik di Bali meningkat 51 persen menjadi 2.000 MW pada 2025. Artinya, perlu ada tambahan daya sekitar 700 MW yang bisa dipasok dari JBC 500 kV sekitar 350 MW dan 350 MW dari pembangkit EBT.  

"400 hektare untuk PLTS [total kapasitas 400 MW] bisa kita bangun, hanya saja matahari sifatnya intermiten. Untuk mengatasi, harus ada penguatan sistem Bali, salah satunya dengan Jawa Bali Connection," katanya kepada Bisnis, Rabu (4/9/2019). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembangkit listrik, transmisi

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top