Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kawasan Industri di Kaltim Bakal Jadi Penopang Ibu Kota Baru

Berdasarkan situs Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kaltim, di wilayah ini telah ditetapkan 8 pengembangan kawasan industri berdasarkan pendekatan klaster.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 02 September 2019  |  10:47 WIB
Kawasan Industri di Kaltim Bakal Jadi Penopang Ibu Kota Baru
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kawasan industri yang telah terbangun di Kalimantan Timur diharapkan menjadi pendukung pengembangan Ibu Kota baru.

Pemerintah telah mencanangkan pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kaltim, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kertanegara.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan kawasan yang dipilih menjadi Ibu Kota baru tersebut merupakan daerah yang sebelumnya dikembangkan untuk hutan tanaman industri. Dengan demikian, di sekitarnya berupa wilayah industri dan telah terdapat klaster-klaster industri.

"Basis industri sudah ada, tentunya ini diharapkan menjadi supporting pengembangan ibu kota baru," ujarnya di Jakarta akhir pekan lalu.

Berdasarkan situs Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kaltim, di wilayah ini telah ditetapkan 8 pengembangan kawasan industri berdasarkan pendekatan klaster. Klaster tersebut yaitu KI Kariangau dan Buluminung, KI Jasa dan Perdagangan Kota Samarinda, KI Gas dan Kondensat Bontang, KI dan Pelabuhan Internasional Maloy, KI Pariwisata Kepulauan Derawan, KI Pertanian Panajam Paser Utara dan Paser, KI Pertanian Kukar dan Kubar, serta Kawasan Strategis Perbatasan Mahakam Ulu.

Menurut Airlangga, saat ini kalangan industri berada di posisi menunggu dari realisasi pemindahan Ibu Kota. Yang penting, lanjutnya, kegiatan ekonomi berjalan dengan baik.

"Pemindahan Ibu Kota ini kan domain pemerintah, dari industri ya menunggu saja. Sekarang masih dalam proses awal, tentu kami melihat bagaimana ke depan," katanya.

Dia mengatakan Ibu Kota baru diharapkan bisa menjadi smart capital dan bisa terjangkau fasilitas 5G. Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Sanny Iskandar sebelumnya menyebutkan dari segi pemerataan ekonomi, wacana pemindahan ibu kota negara harus memperhatikan orientasi jangka panjang yang berlandaskan pada pemerataan pembangunan dalam konteks keseluruhan wilayah Indonesia.

"Industri-industri manufaktur dan pengembangan kawasan industri berikut infrastruktur dan utilitas industri, area komersial dan perumahan akan berkembang," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibu Kota Dipindah
Editor : Galih Kurniawan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top