Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PLN Butuh Waktu 1 Jam Pulihkan Listrik Padam di Jakarta

PT PLN (Persero) membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk memulihkan aliran listrik yang sempat padam di sebagian wilayah Jakarta pada siang ini.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  15:44 WIB
Pelanggan memeriksa jaringan listrik PLN di salah satu Rusun di Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Pelanggan memeriksa jaringan listrik PLN di salah satu Rusun di Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA PT PLN (Persero) membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk memulihkan aliran listrik yang sempat padam di sebagian wilayah Jakarta pada siang ini.

Adapun listrik padam terjadi pada Rabu (28/8/2019) pukul 14.11 WIB dan mulai menyala pada pukul 15.30 WIB. Wilayah terdampak padamnya listrik tersebut meliputi sebagian Jakarta Pusat, sebagian Jakarta Selatan, sebagian Jakarta Barat, dan sebagian Tanggerang Selatan.

Pada pukul 14.41 WIB, PLN sudah berhasil menyalakan 10 dari 11 gardu induk yang sebelumnya padam. Secara bertahap, sejumlah wilayah sudah menyala seperti di daerah Budi kemuliaan, Kebon Sirih, Karet Baru, Kebon Jeruk, Duri Kosambi, Daan mogot, Pantai Indah Kapuk, dan Ketapang.

Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan karena gangguan terjadi pada pembangkit, lama pemulihan menjadi lebih cepat dilakukan. Kondisi tersebut berbeda dengan kejadian blackout 5 Agustus 2019 lalu dengan waktu pemulihan lebih dari 6 jam. 

Dia mengungkapkan gangguan terjadi pada pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Muara Karang. 

Semula, dalam sistem kelistrikan Jawa Bali, PLTGU Muara Karang berfungsi sebagai peaker ketika beban puncak mengalami peningkatan. Namun, sejak kejadian blackout pada 5 Agustus 2019 lalu, PLTGU Muara Karang difungsikan sebagai pembangkit yang mengalirkan listrik ke Jakarta dalam kondisi normal. 

"Lebih cepat penyelesain, jadi hanya sebagian wilayah Jakarta saja," katanya saat ditemui di Gedung DPR, Rabu (28/8/2019).

Sebelumnya, beredar surat edaran yang mengatasnamakan PLN mengenai waktu dan lokasi pemadaman terencana. Surat tersebut menyebutkan bahwa PLN menyewakan atau jual beli generator set (genset). 

Dalam surat dijelaskan PLN siap membantu penyaluran listrik dengan penyewaan genset. Masyarakat akan dipinjamkan genset sampai listrik menyala normal kembali. 

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya M. Ikhsan Asaad menegaskan bahwa PLN, khususnya PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, tidak pernah menyewakan atau melakukan transaksi jual beli genset. Pelanggan yang menerima surat penipuan tersebut bisa mengkonfirmasi kebenarannya melalui Contact Center 123 atau mendatangi kantor PLN terdekat.

"Bagi pelanggan PLN yang mendapat surat penyewaan atau jual beli genset mohon untuk diabaikan. Itu adalah modus penipuan dari oknum tertentu. Kami mohon tetap waspada dan jika ragu hubungi CC 123 atau datang kantor PLN terdekat," katanya

Menurutnya, pemadaman terencana yang dilakukan PLN merupakan salah satu upaya yang dilaksanakan untuk inspeksi dan pemeliharaan jaringan listrik demi menjaga kontinuitas keandalan pasokan listrik. Apabila pemadaman terencana akan dilakukan, PLN akan memberikan informasi melalui surat resmi kepada tokoh masyarakat setempat.

"Bagi masyarakat PLN di Jakarta dan sekitarnya bisa mengakses https://pelita.plnjaya.co.id atau melalui aplikasi PLN Mobile untuk mengetahui informasi pemadaman listrik terencana maupun karena gangguan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN listrik padam
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top